Festival Derik nan Kontroversi

Penulis: MI/SUMARYANTO BRONT Pada: Minggu, 25 Mar 2018, 00:10 WIB Foto
Festival Derik nan Kontroversi

AFP/LOREN ELLIOTT

EKSPRESI ketakutan terlihat di wajah Miss Texas Margana Wood meski ia ditemani pawang saat mencoba nyalinya di dalam kandang berisi ribuan ular derik. Pemandangan yang mendebarkan tersebut dijumpai di pekan kedua Maret saat penduduk Sweetwater, Texas, merayakan festival The Sweetwater Rattlesnake Roundup.

Di festival ini ribuan ular derik yang sudah ditangkap dipamerkan untuk menghibur para penonton dan kemudian dipotong. Perhelatan tahunan ini biasa dimulai dengan perburuan ular derik. Perburuan ini menggunakan cara yang dianggap sangat kontroversial. Para pemburu akan memasukkan bensin ke sarang ular hingga sang hewan kebingungan. Saat itulah ularular ini akan ditangkap.

Ribuan ular dari seluruh penjuru ini dikumpulkan di sebuah kandang besar. Seusai ular ditimbang, bisa ular derik akan dikeluarkan dan dijual pada para peneliti dan perusahaan obat. Festival ini pertama kali diselenggarakan pada 1958 oleh Junior Chamber of Commerce (Jaycees).

Tradisi ini diklaim paling efektif mengendalikan populasi ular berbisa, yang bertanggung jawab atas kematian ternak dan manusia. Tak diduga festival ini semakin populer hingga keluar negeri. Setiap tahunnya, 30 ribu pengunjung, termasuk pemburu ular dan wisatawan asing datang ke daerah ini untuk menyaksikan ribuan ular  derik.

Ajang ini merupakan terbesar jika dibandingkan dengan acara serupa setiap musim semi di Amerika Serikat bagian selatan. Nyatanya festival ini mendapatkan kecaman dari para pecinta hewan. Mereka menilai cara mengurangi populasi ular dengan cara itu merupakan kekerasan bagi satwa liar, sedangkan ahli lingkungan mengingatkan aksi itu bisa merusak ekosistem yang dapat berdampak buruk bagi manusia. (M-4)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More