Ekspedisi Laut Jawa akan Ungkap Keragaman Biota Laut Dalam

Penulis: Dhika Kusuma Winata Pada: Sabtu, 24 Mar 2018, 14:35 WIB Humaniora
Ekspedisi Laut Jawa akan Ungkap Keragaman Biota Laut Dalam

MI/Dhika Kusuma Winata

PENELITI Indonesia dan Singapura berkolaborasi melakukan ekspedisi laut dalam di wilayah selatan Laut Jawa. Masih minimnya data mengenai keragaman biota di laut dalam perairan Tanah Air menjadi pendorong peneliti kedua negara mengadakan pelayaran bertajuk South Java Deep Sea Expedition (Sjades), kolaborasi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan National University of Singapore (NUS).

Mereka akan mengungkap keragaman biota laut dalam yang belum terjamah.

Peneliti LIPI yang menjadi salah satu pemimpin ekspedisi, Dwi Listyo Rahayu, mengatakan salah satu area laut yang belum tersentuh penelitian seperti Laut Jawa perlu mendapat perhatian lebih.

Pasalnya, literatur dan data biota laut di kawasan tersebut masih minim. Bahkan bisa dianggap hampir nihil jika dibandingkan dengan daerah lain.

Terlebih, kata Dwi, penelitian laut dalam di perairan tersebut juga belum pernah dilakukan sebelumnya.

"Di selatan Laut Jawa masih kosong. Perairan barat Sumatera sudah pernah diteliti. Sebelah timur Jawa juga sudah ada data. Kita tidak tahu di sana apakah karena lautnya rough atau dasar lautnya tidak bisa dikerahkan alat," tutur Dwi seusai seremoni pelepasan tim ekspedisi di Widya Graha LIPI, Jakarta, Jumat (23/3).

Ekspedisi menggunakan kapal riset Baruna Jaya VIII milik LIPI itu akan berlayar selama 14 hari terhitung sejak Jumat (23/3) hingga 5 April mendatang.

Jumlah peneliti yang terlibat sebanyak 31 orang. Terdiri atas 14 peneliti Indonesia dan 17 peneliti Singapura. Tenaga pendukung lainnya meliputi ahli pemetaan laut, teknisi, konsultan, dan fotografer.

Kapal yang berangkat dari Muara Baru, Jakarta Utara itu, akan menempuh rute ke Selat Sunda lalu ke perairan Pelabuhan Ratu hingga ke Cilacap. Dari Cilacap, kapal akan kembali ke Jakarta. Pengambilan sampel spesimen laut bakal dikerjakan selama perjalanan pergi dan pulang.

"Selama berlayar kami terlebih dahulu melakukan pemetaan dasar laut. Pengerahan alat untuk mengambil spesimen maksimal di kedalaman 2.000 meter," jelas Dwi.

Ekspedisi akan mengumpulkan sampel dari berbagai organisme laut, antara lain crustacea (kepiting dan udang), mollusca (kerang), porifera (spons laut), cnidaria (ubur-ubur), polychaeta (cacing), echinodermata (bintang laut dan bulu babi), dan ikan-ikan.

Peneliti Singapura Peter Ng menjelaskan laut dalam umumnya menyimpan spesimen dan organisme tua yang bersifat alien.

Menurutnya, Laut Jawa merupakan perairan yang tidak terjamah tapi menyimpan biodiversitas yang belum banyak dikenal dan dikaji.

"Kami semua sangat bersemangat untuk mengetahui biota apa yang ada di daerah yang hampir belum pernah dijelajahi oleh ahli biologi mana pun," ujar Head of Lee Kong Chian Natural History Museum NUS itu.

Menurut Kepala Pusat Penelitian Oseanografi LIPI Dirhamsyah, seluruh biaya kegiatan ekspedisi didanai NUS. Totalnya sekitar Rp5 miliar.

Mengenai data, kepemilikan nantinya berada pada dua pihak, yakni LIPI dan NUS. Hasil penelitian ditargetkan rampung pada 2020. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More