Respon Zulkifli Hasan Jawab Tudingan Greenomics

Penulis: Astri Novaria Pada: Jumat, 23 Mar 2018, 21:20 WIB Politik dan Hukum
Respon Zulkifli Hasan Jawab Tudingan Greenomics

MI/Bagus Suryo

GREENOMICS Indonesia meminta Politisi Senior PAN Amien Rais mempelajari data pelepasan kawasan hutan untuk perkebunan selama 13 tahun terakhir. Studi lembaga itu menunjukan selama periode 2004-2017, kawasan hutan yang dilepas untuk izin perkebunan kepada para pelaku bisnis tertentu lebih dari 2,4 juta hektare.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga merupakan mantan Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan,  mengatakan pernyataan Greenomics itu muncul berkaitan dengan pernyataan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais yang mengkritik reforma agraria yang dilakukan pemerintahan Presiden Joko Widodo.

"Nanti kita lihat lebih jelas. Ini kan respons karena Pak Amien toh. Saya masih lihat datanya karena zaman itu yang paling penting waktu itu saya adalah hutan tanaman rakyat. Saya mencanangkan 3 juta ha, tapi berhasil membagi 1,3 juta ha. Itu yang diteruskan sekarang oleh Pak Jokowi sebagai perhutanan sosial," ujarnya di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (23/3).

Zul menjelaskan saat ia menjabat sebagai Menteri Kehutanan di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pemerintah mencanangkan target swasembada gula. Namun saat itu negara tak memiliki tanah yang cukup. 

Kala itu, kata Zul, hanya ada tanah di Papua yang cukup karena program swasembada gula membutuhkan tanah sekitar 1 juta hektare. Akhirnya ada wilayah hutan yang digunakan sekitar 300.000-400.000 hektare untuk perluasan penanaman gula. Tetapi penanaman gula itu tidak optimal karena adanya hama dan minim infrastruktur.

"Kami ada program 300.000 atau 400.000 ha untuk gula dan memperluas pertanian dan booming perkebunan pada waktu itu. Tapi setelah dicoba tidak mudah karena tanam gula hamanya disana. Jadi hutan tanam gula tidak bisa lanjut. Juga pertanian tidak bisa lanjut karena infrastrukturnya tidak ada. Tidak bisa lanjut juga karena orang orangnya belum ada. Jadi nanti kita lihat lebih jelas. Terima kasih," pungkasnya. (A-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More