Harapan Jokowi kepada Egy: Jangan Cepat Puas

Penulis: Rudy Polycarpus Pada: Jumat, 23 Mar 2018, 17:22 WIB Sepak Bola
Harapan Jokowi kepada Egy: Jangan Cepat Puas

ANTARA

PRESIDEN Joko Widodo bertemu dengan pesepak bola muda Indonesia, Egy Maulana Vikri di Istana Merdeka dengan didampingi oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi.

Egy yang tampak mengenakan batik hijau lengan panjang tiba di Istana pada pukul 09.25 WIB. Kedatangannya disambut langsung oleh Presiden di ruang Kredensial Istana Merdeka.

"Sudah mirip orang Polandia," ucap Jokowi ketika bersalaman dengan Egy Maulana. Gurauan Presiden Jokowi membuat Egy tertawa dan tersipu malu. Imam pun turut tertawa ketika mendengarnya. Keduanya kemudian terlihat berjabat tangan dan berbincang singkat sebelum melakukan pertemuan.

Egy baru kembali ke Jakarta guna mengikuti latihan bersama timnas U-19. Latihan ini untuk persiapan menghadapi laga persahabatan kontra Jepang U-19 yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Selepas pertemuan, pemain yang baru saja menandatangani kontrak profesional bersama dengan klub liga utama Polandia Lechia Gdansk  ini mengungkapkan hasil pertemuan antara dirinya dengan Kepala Negara. Ia mengaku diberikan dukungan penuh oleh Presiden agar dapat terus berprestasi dan membuat Indonesia bangga.

"Saya senang, bangga bisa diundang ke sini dan diberikan dukungan oleh Presiden supaya bisa belajar lebih baik lagi dan tidak pernah besar kepala serta selalu bersyukur," ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, hari ini.

Selain itu, Kepala Negara juga berpesan kepada Egy agar tidak cepat puas dan terus belajar. Presiden berharap banyak kepada Egy agar mampu tampil apik selama berkarier di Polandia dan membuat rakyat Indonesia bangga.

"Alhamdulillah saya bisa bermain di luar negeri. Tapi ini baru awal. Masih panjang perjalanan ke depan. Semoga saya dapat menjadi lebih baik lagi," sambungnya.

Egy, mantan pemain timnas U-16, mengikat kesepakatan prakontrak dengan Lechia Gdansk. Pemain berposisi penyerang itu mengenakan nomor punggung 10 di klub yang tampil di divisi teratas Polandia tersebut mulai 8 Juli.

Egy, yang kini membela timnas U-22 Indonesia, baru dapat membela Lechia pada musim depan atau tepatnya setelah ulang tahunnya yang ke-18. Aturan FIFA memang melarang pemain di bawah 18 tahun mengikat kontrak kerja dengan klub di luar negara asalnya.

Meski kini tengah menimba karir di Polandia, ia mengaku selalu siap bila sewaktu-waktu dipanggil oleh tim nasional.

"Bukan siap, tapi wajib. Kalau yang namanya timnas memanggil, tidak mungkin tidak mau. Saya 100 persen Indonesia," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menpora menambahkan, Presiden berharap pembinaan para pemain sepak bola Indonesia sejak usia dini untuk dapat ditingkatkan. Untuk itu, klub-klub sepak bola di Indonesia diharapkan memiliki akademi yang berkualitas sebagaimana yang dimiliki klub-klub sepak bola di luar negeri.

"Tadi Bapak Presiden betul-betul ingin lebih banyak lagi Egy-Egy baru yang menyusul Egy di luar negeri. Pak Presiden menekankan bagaimana klub-klub harus punya akademi dan pelatih-pelatihnya ditingkatkan dengan baik," ucap Imam.

Selain itu, Menpora juga menyampaikan pesannya bagi seluruh rakyat Indonesia agar memberikan dukungan penuh bagi Egy. Ia menyebut bahwa Egy merupakan salah satu contoh dari hasil pembinaan sepak bola usia dini yang harus terus didukung.

"Tolong dukung Egy. ini promosi ke luar negeri bahwa negara kita ini besar dengan talenta besar dan tempat bagus. Dia wawancara di sana itu menjadi duta pariwisata kita," pungkas politisi Partai Kebangkitan Bangsa itu. (OL-5)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More