Bank Indonesia Lanjutkan Stabilisasi Rupiah

Penulis: Fetry Wuryasti Pada: Kamis, 22 Mar 2018, 22:20 WIB Ekonomi
Bank Indonesia Lanjutkan Stabilisasi Rupiah

ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf

NILAI tukar rupiah mulai melemah pada Februari 2018, sejalan dengan pergerakan mata uang kawasan yang terutama disebabkan oleh meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global. Secara rata-rata harian rupiah melemah sebesar 1,65% menjadi 13.603 per dolar AS.

Kebijakan bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve, mendorong ekspektasi pasar akan kenaikan suku bunga yang lebih cepat dan lebih tinggi. Hal tersebut menimbulkan pembalikan modal asing dan tekanan pelemahan nilai tukar pada berbagai mata uang dunia termasuk Indonesia.

"Pelemahan rupiah masih berlangsung pada awal Maret 2018 seiring dengan memburuknya sentimen pasar terkait dengan penerapan inward-oriented trade policy yang dikhawatirkan mendorong retaliasi dari negara lain," papar Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia (BI) Yoga Affandi, di Jakarta, Kamis (22/3).

Yoga menegaskan BI akan terus mewaspadai meningkatnya risiko ketidakpastian pasar keuangan global dan tetap melakukan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar. Stabilisasi sesuai dengan nilai fundamenta rupiah dengan tetap menjaga bekerjanya mekanisme pasar.

Seiring penerapan target inflasi, BI menggunakan inflasi sebagai kerangka kebijakan moneter dan fleksibilitas nilai tukar, untuk menghitung dan menjaga volatilitas rupiah.

Inflasi pada Februari 2018 tetap terkendali dalam kisaran sasaran. Inflasi IHK Februari 2018 tercatat 0,17% (mtm), menurun dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,62% (mtm).

Secara tahunan, inflasi IHK tercatat 3,18% (yoy) atau berada dalam kisaran sasaran inflasi 2018 sebesar 3,5±1% (yoy). Terkendalinya inflasi dipengaruhi oleh inflasi inti yang menurun seiring dengan ekspektasi inflasi yang terjaga.

Di samping itu, terkendalinya inflasi juga bersumber dari volatile food yang menurun, meski terdapat tekanan dari harga beras. Inflasi administered prices meningkat terutama disebabkan oleh penyesuaian harga bensin nonsubsidi dan tarif listrik non-PLN.

"Ke depan, inflasi diprakirakan tetap berada dalam kisaran sasaran inflasi 2018. Koordinasi kebijakan pemerintah dan BI dalam mengendalikan inflasi akan terus diperkuat, terutama sebagai antisipasi risiko meningkatnya inflasi volatile food," tukas Yoga. (A-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More