Pemerintah Diminta Awasi Produk Tembakau Alternatif

Penulis: Eni Kartinah Pada: Kamis, 22 Mar 2018, 22:05 WIB Humaniora
Pemerintah Diminta Awasi Produk Tembakau Alternatif

dr Mariatul Fadhila---Ist

PENGGUNAAN produk tembakau alternatif sebagai upaya mengurangi risiko kesehatan akibat konsumsi rokok telah lama menjadi pembahasan.

Penelitian dari Public Health England (PHE) mengungkapkan bahwa produk tembakau alternatif yang dikonsumsi dengan cara dipanaskan seperti rokok elektrik memiliki risiko kesehatan 95% lebih rendah jika dibandingkan dengan rokok yang dikonsumsi dengan cara dibakar.

Baru-baru ini, American Cancer Society (ACS) atau Komunitas Kanker Amerika yang telah berdiri sejak 1913, akhirnya bersuara tentang posisi mereka terhadap produk tembakau alternatif, termasuk rokok elektrik.

Dalam pernyataan di laman resmi ACS pada 15 Februari 2018, komunitas kesehatan nonprofit itu mengatakan bahwa produk tembakau alternatif patut dipertimbangkan untuk menjadi salah satu cara mengurangi risiko kesehatan akibat rokok. Tentunya, dengan terus memantau dan mempelajari secara ketat bukti ilmiah tentang produk ini.

ACS menyadari bahwa efek jangka panjang dari penggunaan produk tembakau alternatif ini belum diketahui secara pasti. Namun, potensi produk ini untuk secara signifikan mengurangi risiko kanker yang dipicu oleh tembakau yang dikonsumsi dengan cara dibakar juga tidak bisa diabaikan begitu saja.

"Pada asap rokok terdapat lebih dari 4.000 bahan kimia, yang sebagian bersifat karsinogenik alias penyebab kanker," ujar dr Mariatul Fadhila, Ketua Umum Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI), melalui keterangannya, Kamis (22/3).

Mariatul juga menambahkan, baik rokok elektrik maupun konvensional mengandung nikotin tapi dengan kandungan yang berbeda. Ia melanjutkan, nikotin pada dasarnya dapat menyebabkan ketergantungan, tetapi juga menawarkan manfaat bagi tubuh, yakni untuk meningkatkan  stamina dan konsentrasi.

"Dengan catatan, tidak terlalu banyak, dan yang terpenting, tidak dikonsumsi dengan cara dibakar karena dapat memicu sifat karsinogenik," katanya.

Ia menyampaikan dukungannya pada pemerintah Indonesia untuk mengatur dan mengawasi peredaran produk tembakau alternatif agar tidak dapat diakses oleh anak-anak. Pihaknya juga meminta pemerintah untuk lebih terbuka atas potensi produk ini supaya penelitian yang dilakukan bisa dimaksimalkan dan produk tembakau alternatif lebih bisa tepat guna. (RO/OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More