Samad: Sistem Politik Haruskan Pemimpin Punya Duit Banyak

Penulis: Yose Hendra Pada: Kamis, 22 Mar 2018, 18:41 WIB Politik dan Hukum
Samad: Sistem Politik Haruskan Pemimpin Punya Duit Banyak

ANTARA/Reno Esnir

MANTAN Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad mengaku telah didekati sejumlah partai politik (parpol). Akan tetapi, dia mengaku sadar diri tidak terlalu berharap diajukan dalam Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019 karena tidak mempunyai uang.

"Saya belum pastikan karena saya tidak memiliki uang untuk turut berkompetisi dalam politik Indonesia. Karena biasanya, sistem politik di Indonesia menghadirkan pemimpin yang harus punya duit banyak," terang Samad saat di Kota Padang, Sumatra Barat, Kamis (22/3).

Dia menyebutkan, lebih dari satu partai yang menjalin komunikasi dengannya. Akan tetapi, Samad tidak mau mengungkapkan nama-nama partai tersebut.

"Ini kan baru sebatas komunikasi. Saya belum yakin apakah partai-partai ini akan melanjutkan untuk memilih saya karena saya harus sadar diri tidak punya partai dan duit," beber Abraham.

Dia mengatakan apapun amanat yang diberikan rakyat Indonesia menjadi kewajiban konstitusional yang harus dijalani.

"Saya hanya ingin hadir untuk melakukan sebuah solusi bagi negeri ini dan apapun amanat yang diberikan rakyat akan saya jalani dengan baik termasuk kalau saya diamanatkan untuk jadi wartawan seperti kalian," sebut Abraham. (A-1)
 

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More