Ratusan Pengungsi Korban Konflik Berunjuk Rasa di Wisma YPAP Medan

Penulis: Puji Santoso Pada: Kamis, 22 Mar 2018, 18:40 WIB Nusantara
Ratusan Pengungsi Korban Konflik Berunjuk Rasa di Wisma YPAP Medan

Ilustrasi

PARA pengungsi korban konflik yang berasal dari sejumlah negara berunjuk rasa di penampungan Imigran, Wisma YPAP, Jalan Bunga Cempaka, Kelurahan Padang Bulan Selayang II, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan, Sumatra Utara, Kamis (22/3). Ratusan pengungsi ini menuntut agar segera diberangkatkan ke negara ketiga.

Para pengungsi menggelar aksinya di halaman wisma dengan membawa sejumlah poster yang berisi tuntutan kepada International Organization for Migration (IOM) dan United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) sebagai lembaga yang menaungi mereka.

"Kalau sakit kami bayar sendiri ke Rumah sakit. Mereka (IOM dan UNHCR) tidak memfasilitasi jika penyakitnya tidak darurat," kata Khaleed Muhammad, pengungsi asal Sudan.

Para pengungsi sudah merasa jenuh selama berada di penampungan, karena gerak mereka terbatas. Mereka juga tidak bisa bekerja untuk menafkahi keluarga. Setiap bulannya mereka hanya mengandalkan dana dari UNHCR melalui IOM.

Untuk pengungsi yang sudah dewasa mereka mendapat dana Rp1.250.000 per orang. Untuk yang masih berusia di bawah 16 tahun, mereka mengaku hanya diberikan Rp500.000/orang. Dana itu tidak mencukupi untuk kehidupan mereka. Apalagi untuk menyekolahkan anak mereka.

Ada sekitar 500 pengungsi yang tinggal di Wisma YPAP. Di antaranya berasal dari Afghanistan, Pakistan, Somalia, Sudan, Iran, Eritria dan Afrika Selatan. Para pencari suaka tersebut sudah tinggal selama 7-8 tahun meninggalkan negara mereka yang dirundung konflik.

Bahkan disebutkan ada seorang pengungsi yang bunuh diri karena depresi karena stres tidak kunjung diberangkatkan ke negara ketiga. Pengungsi tersebut bernama Ayatullah, 22, asal Afghanistan.

"Kabar dari UNHCR buat dia kecewa. Bulan lalu dia bunuh diri," kata Juma Mohsini, sesama pengungsi Afghanistan.

Sementara itu, Kasi Ketertiban dan Keamanan Rudemin Imigrasi Kota Medan, Andi Brian, mengatakan, beberapa pengungsi sudah diberangkatkan ke negara ketiga. Namun, kepastian kapan pengungsi lainnya akan diberangkatkan ada di UNHCR.

"Mereka ingin kepastian berapa lama lagi tinggal di Indonesia. Kepastian itu hanya ada di UNHCR," katanya. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More