Ini Tanggapan Kalla soal Ucapan Prabowo

Penulis: Dheri Agriesta Pada: Kamis, 22 Mar 2018, 14:45 WIB Polkam dan HAM
Ini Tanggapan Kalla soal Ucapan Prabowo

ANTARA

WAKIL Presiden Jusuf Kalla menilai ucapan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto terkait Indonesia bubar pada 2030 berlandaskan fiksi. Kalla mengingatkan publik agar tak lupa bahwa pernyataan itu merupakan fiksi yang berasal dari novel.
 
"Tapi itu kan fiksi. (Namun) apa pun apabila kita tidak betul-betul menjaga persatuan, bisa saja terjadi (konflik dan perpecahan) seperti di Balkan dan Rusia," kata Kalla di Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (22/3).
 
Kalla mengatakan, ada banyak contoh yang memperlihatkan perpecahan sebuah negara akibat konflik berkepanjangan. Oleh karena itu, Kalla mengajak masyarakat tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
 
"Dan (menjaga) pemilu-pemilu yang aman. Karena hal itu terjadi di banyak negara, dan allhamdulilah kita enggak," kata dia.

Penyataan Prabowo menjadi buah bibir setelah sebuah akun Facebook mengunggah pidatonya. Tak diketahui kapan pidato itu disampaikan. Namun, Prabowo menyebut negara luar membuat kajian bila Indonesia akan bubar pada 2030.
 
"Kita masih upacara. Kita masih menyanyikan lagu kebangsaan. Kita masih pakai lambang-lambang negara. Gambar-gambar pendiri bangsa masih ada di sini, tetapi di negara lain mereka sudah bikin kajian-kajian, di mana Republik Indonesia sudah dinyatakan tidak ada lagi tahun 2030," kata Prabowo dalam video yang diunggah, Senin (19/3).
 
Dia mengkritik para elite yang tak mempermasalahkan 80% tanah dan aset Indonesia hanya dikuasai 1% rakyat. Dia juga menyinggung soal kekayaan Indonesia yang dibawa ke luar negeri yang diabaikan para elite.
 
"Tidak enak kita bicara, tapi sudah tidak ada waktu untuk kita pura-pura lagi," kata Prabowo. (Medcom/OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More