Perlu Dicari Solusi Efek Uji Coba Kereta Bandara

Penulis: Anisa Pada: Kamis, 22 Mar 2018, 10:29 WIB Surat Pembaca
Perlu Dicari Solusi Efek Uji Coba Kereta Bandara

ANTARA/RISKY ANDRIANTO

JALUR kereta rel listrik (KRL) rute Bekasi merupakan jalur sial jika dibandingkan dengan jalur kereta api lainnya seperti jalur Bogor atau Tangerang. Mengapa? Jalur KRL harus berhadapan dengan rute kereta api jarak jauh (KAJJ) yang menggunakan rel kereta api yang sama.

Saya sebagai pengguna KRL jalur Bekasi sering mengalami kejadian kereta terpaksa berhenti dan menunggu di Stasiun Cakung atau menjelang Stasiun Jatinegara karena ada KAJJ yang lewat. Hal itu tentu saja mengganggu perjalanan KRL karena waktu tempuh harus lebih lama lagi. Selain itu, gerbong KRL Bekasi penuh dengan penumpang yang menumpuk.

Kondisi itu diperkirakan semakin parah dengan adanya rencana uji coba kereta bandara.

Pemerintah memang saat ini tengah menyiapkan infrastruktur double double track (DDT). Diperkirakan, pada 2019 jalur tersebut siap digunakan. Bagaimana nasib kami penumpang KRL jalur Bekasi? Sebelum DDT siap, pengguna KRL jalur Bekasi akan 'dikalahkan', baik oleh KAJJ maupun kereta bandara (jika dijalankan hingga Bekasi).

Penambahan rute baru itu sudah pasti akan berpengaruh terhadap jadwal perjalanan KRL. Kabarnya, akan ada jadwal perjalanan KRL yang bakal dihilangkan/dibatalkan.

Saya tidak bisa membayangkan betapa kacaunya jadwal KRL dan betapa penuhnya KRL pada jam sibuk ketika pagi dan sore/malam hari.

Dengan melihat kondisi tersebut, pemerintah perlu mencari solusi untuk mengatasi keterlambatan yang ditimbulkan akibat uji coba kereta bandara. Jangan sampai tujuan pemerintah untuk meningkatkan minat masyarakat untuk menggunakan jasa angkutan umum gagal gara-gara mereka kembali menggunakan kendaraan pribadi akibat perjalanan KRL yang lebih lama ketimbang menggunakan kendaraan pribadi.

Anisa
Bekasi Barat

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More