Sportif meski bukan Atlet

Penulis: Administrator Pada: Minggu, 18 Mar 2018, 03:47 WIB Weekend
Sportif meski bukan Atlet

MI/ADAM DWI

Meskipun anak-anaknya terlahir dari pasangan atlet, Susy Susanti tidak memaksakan mereka mengikuti jejak orangtua mereka menjadi atlet profesional. Dirinya dan sang suami, Alan Budikusuma, yang juga peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992, mendukung ketiga anaknya menggeluti aneka bidang sesuai minat dan bakatnya.

“Kami melihat dari bakat dan kemampuan anak-anak. Semua olahraga saya kenalkan, tapi untuk terjun benar-benar sebagai atlet, sepertinya tidak, karena dari kemauan masih on-off. Itu susah karena kalau mau jadi atlet, harus ada keseriusan, komitmen, tanggung jawab, dan disiplin,” ungkap Susy saat ditemui di Pelatnas PBSI di Jakarta, Selasa (13/3).

Alasan lainnya menjadi juara tidak mudah, tetapi di sisi lain, belum adanya kepastian masa depan dari pemerintah. “Karena masih on-off, mending sekolah saja. Intinya saya mendukung apa yang memang maunya anak, sepanjang positif. Mungkin lewat pendidikan mereka bisa lebih mengembangkan diri dan berprestasi,” imbuh pehobi kuliner dan jalan-jalan tersebut.

Kendati begitu, nilai-nilai sporti­vi­tas menjadi muatan utama penanaman karakter bagi anaknya. “Saya selalu mengingatkan, mereka adalah orang Timur meskipun mereka dari kecil sekolah di sekolah internasional. Kita orang Indonesia maka perilaku, etika itu nomor satu. Pada orangtua harus sopan, menyapa, menjaga tutur kata, lalu juga mengenalkan anak-anak jujur. Kalau karakter tidak bagus, tentunya akan sulit mendidik mereka ke depannya. Lebih baik menjadi orang baik daripada orang pintar.”

Keluarga, bisnis, dan bulu tangkis
Setiap harinya, Susy membagi waktu antara keluarga, mengurus PBSI serta bisnisnya bersama sang suami, peralatan olahraga, dan griya pijat dan refleksiologi. “Ekonomi memang sedang drop, bukan hanya di Indonesia, kita harus siap menghadapi beragam situasi. Semoga situasi nanti lebih baik,” jelas wanita bernama lengkap Lucia Francisca Susy Susanti tersebut.

Kini, bulu tangkis menjadi salah satu prioritasnya. Itu disebabkan permintaan Wiranto, Ketua Umum PP PBSI, untuk membantu melahirkan juara. “Ini butuh proses. Hasilnya mungkin tidak dalam waktu dekat. Sekarang bagaimana kita membuat sistem pembinaan berkesinambungan yang terencana, terarah, sehingga 2-4 tahun ke depan siap dengan bibit-bibit dan pemain berprestasi.” (Riz/M-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More