Menjalankan Filosofi Pohon

Penulis: (Zuq/X-7) Pada: Minggu, 18 Mar 2018, 02:16 WIB Gaya Urban
Menjalankan Filosofi Pohon

DOK. SAUNG BONSAI

ADA ungkapan bijak berbunyi ‘pohon tumbuh tinggi, daun tak bisa mengayomi; sebaliknya, pohon rendah rindang untuk berteduh’. Artinya, kurang lebih ada yang hanya mengejar prestasi, tetapi kurang bermanfaat dan ada yang prestasinya biasa-biasa saja, tetapi sangat bermanfaat bagi sekitarnya. Ungkapan bijak itulah yang ingin ditiru Saung Bonsai. Berangkat dari filosofi pohon, komunitas tersebut berusaha meniru segala sifat pohon yang baik. Pohon mempunyai sifat mengayomi, meneduhkan, dan bermanfaat bagi makhluk lain. Saung Bonsai pun ingin dapat bermanfaat bagi para anggotanya. “Semoga Saung Bonsai sesuai dengan filosofi pohon, yakni dapat bermanfaat, dan mampu memfasilitasi kebutuhan anggotanya, membantu para pembudi daya, termasuk jual-beli,” terang ketua sekaligus pendiri Benny Krismanto.

Bukan rahasia lagi bahwa Indonesia ialah surga flora. Bonsai termasuk seni pemangkasan tanaman yang sudah ada sejak lama di Indonesia. Bahkan banyak tanaman di Tanah Air yang bisa dijadikan bonsai, mulai pohon asam belanda, beringin, cemara udang, jeruk kingkit, sawo, sampai pinus. “Bonsai Indonesia lebih menarik jika dibandingkan dengan negara lain. Selain jenis pohonnya lebih banyak, juga gaya bonsainya lebih variatif,” terang trainer bonsai Andoko Yudho. Komunitas bonsai di Indonesia, lanjutnya, telah banyak terbentuk dan tersebar.

Namun, yang menjadikan komunitas Saung Bonsai berbeda dengan komunitas lain ialah kehangatan, menjadi penyemangat keharmonisan, dan berbagi. “Prinsip kami ingin menjadi tempat berbagi dalam keharmonisan, saling menghormati.Berpegang pada keterbukaan bagi siapa pun yang ingin bergabung sebab kami berteguh pada dalam satu cinta, satu hobi, satu rasa, dan satu keluarga, yakni Saung Bonsai,” tambah Benny.

Selain itu, perbedaan saung bonsai dengan komunitas sejenis lain ialah kemampuannya untuk menampung semua elemen para pehobi bonsai mulai pemula sampai para ahli. “Yang jelas Saung Bonsai bukan sekadar ajang berkumpul, tapi di situ ada ilmu-ilmu yang didapat secara langsung dan terprogram bahkan anggota bisa praktik sendiri dan diarahkan dengan sabar oleh narasumber,” terang Andoko lagi. (Zuq/X-7)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More