Meski Pingsan setelah Dibius, Harimau Bonita Lolos Lagi

Penulis: Antara Pada: Jumat, 16 Mar 2018, 22:34 WIB Nusantara
Meski Pingsan setelah Dibius, Harimau Bonita Lolos Lagi

Ist

BALAI Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menyatakan tim gabungan kehilangan jejak harimau sumatra (panthera tigris sumatrae) bernama Bonita meski sebelumnya mereka berhasil menambakkan bius ke tubuh hewan langka itu di areal perkebunan sawit Kabupaten Indragiri Hilir.

Kepala BBKSDA Riau, Suharyono, kepada Antara di Pekanbaru, Jumat (16/3) malam, mengatakan bahwa tim terpaksa harus kehilangan Bonita setelah si kucing belang itu tersadar dari efek bius.

"Baru saja, Bonita bangun dan tidak terpantau lagi," kata Suharyono.

Ia menjelaskan, kondisi perkebunan yang minim gelap menyulitkan tim gabungan melacak Bonita. Namun, Haryono memastikan sebelum kehilangan jejak, Bonita berhasil ditembak bius dan sempat pingsan.

Hanya saja, tim tidak serta merta langsung mendekati dan menangkap Bonita karena perlu memastikan kondisi benar-benar aman. Namun, ketika saat akan didekati, ternyata Bonita tersadar dan langsung menghilang.

"Tadi memang sempat pingsan. Suasananya di tengah kebun, gelap. Situasi terakhir memang tidak terpantau lagi," ujarnya.

Ditambah lagi, dia mengatakan bahwa saat ini kondisi tim dilapangan cukup kesulitan karena mobil yang mereka kendarai harus terjerembab dan masuk ke dalam kanal.

"Jadi sekarang tim kita menyatu disatu titik sembari menunggu bantuan cahaya serta alat berat untuk evakuasi kendaraan. Mohon doanya agar tim kami selamat di lokasi sekarang," ujarnya.

BBKSDA Riau sebelumnya mengonfirmasi berhasil menembak bius harimau Bonita yang menyebabkan dua warga kabupaten Indragiri Hilir meninggal dunia. Lokasi pembiusan Bonita berada di areal perkebunan sawit PT Tabung Haji Indo Plantation (THIP) Desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran Kabupaten Indragiri Hilir.

"Lokasi tepatnya di dekat box trap (perangkap harimau yang dipasang BKSDA) 3 dan 4, jalan poros tengah (perkebunan sawit) eboni," kata Haryono.

Sesuai rencana, jika kondisi kesehatan Bonita memungkinkan, harimau tersebut akan langsung direlokasi ke Pusat Rehabilitasi Harimau di Sumatra Barat.

"Yang jelas tidak dibawa ke Pekanbaru. Kami akan bawa ke Dharmasraya Sumbar. Kenepa disana, karena peralatan dan tim lebih lengkap dan siap di sana," tuturnya.

Bonita, harimau sumatra betina yang diperkirakan berusia 4 tahun dalam dua bulan terakhir berkeliaran di areal pemukiman warga dan perkebunan sawit PT THIP.

Jumiati, menjadi korban pertama yang meninggal pada awal Januari 2018. Perempuan berusia 33 tahun tersebut diserang Bonita saat bekerja di KCB 76 Blok 10 Afdeling IV Eboni State, Desa Tanjung Simpang, Pelangiran, Indragiri Hilir.

Terakhir, Yusri Efendi, 34, meregang nyawa di desa yang sama, tetapi berjarak sekitar 15 kilometer dari lokasi tewasnya Jumiati. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More