Lawan 'Ngos-Ngosan', Jokowi Bisa Calon Tunggal

Penulis: Dero Iqbal Mahendra Pada: Jumat, 16 Mar 2018, 21:14 WIB Politik dan Hukum
Lawan

ANTARA

KETUA Umum Relawan Pro Jokowi (Projo) Budi Arie Setiadi mengatakan bahwa kemungkinan Jokowi menjadi calon tunggal masih terbuka. Terutama bila memang kubu pesaingnya lebih memilih menahan diri dan tidak maju dalam kontestaasi Pemilihan Presiden 2019 nanti.

"Kita berharap juga agar jangan calon tunggal, karena wacana tersebut juga masih mungkin bila memang kelompok satunya (lawan Jokowi) apakah tetap maju di pilpres nanti. Tetapi kalau ngos-ngosan akhirnya menjadi calon tunggal juga kan," terang Budi dalam diskusi Para Syndicate di Jakarta, Jumat (16/3).

Meski begitu, Budi tidak menganggap bahwa Projo memiliki kepercayaan diri yang berlebihan akan hal tersebut. Sebab, menurutnya, Pilpres ke depan adalah yang pertama kali dilaksanakan berbarengan dengan pemilu legislatif sehingga ada nuansa yang berbeda di sana.

"Ini bukan optimisme berlebihan, tetapi masih mungkin terjadi. Daripada buang-buang tenaga capres dan cawapres, ya sudah pileg saja," terang pria yang akrab disapa Muni ini.

Selain itu dirinya juga menyampaikan bahwa demokrasi sesungguhnya hanya sebagai sebuah alat untuk mencapai tujuan utama, yakni mensejahterakan masyarakat. Sehingga dirinya sangat berharap dalam kontestasi pilpres nanti dapat memberikan kualitas terbaik bagi demokrasi.

"Bukan justru memperbanyak hoaks dan fitnah, itu tidak ada gunanya bagi demokrasi, itu hanya residu dan sampah demokrasi. Karena nya kita berharap kontestasi pilpres nanti menjadi kontestasi adu gagasan," terang Budi.

Budi mengatakan, bagi pihak-pihak yang tidak sepakat dengan program atau kebijakan pemerintah sejharusnya membuat program tandingan atau alternatif kebijakan yang mampu dicerna dan bahkan didukung jika memang hal itu dalah sesuatu yang bagus. Sehingga bukan cuma membuat fitnah serta mencaci maki bahkan memproduksi hoaks, karena hal itu tidak produktif bagi perkembangan bangsa.

Sebab demokrasi yang berbobot adalah demokrasi yang mampu menghadirkan diskursus perdebatan yang produktif sehingga menghasilkan kebijakan yang berguna bagi bangsa dan bukan sebaliknya.

Dalam kesempatan yang sama, Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Kadir Karding, memastikan bahwa dari kubu lawan Jokowi akan dideklarasikan sekitar awal April nanti. Sehingga, menurutnya, peluang calon tunggal sama sekali tidak mungkin terjadi.

"Gerindra beberapa DPW sudah deklarasi, Prabowo sebagai capres dan akan dideklarasikan pada mukernas awal April, artinya Prabowo pasti Capres. Tinggal wakilnya, yang kemungkinan besar PKS karena Demokrat tidak mau masuk kesana yang terlihat dari polarisasi pilkada saat ini. Masih baper kira-kira begitu," pungkas Kadir. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More