Sempat Jadi Pelayan Hotel

Penulis: TB/X-7 Pada: Kamis, 15 Mar 2018, 08:21 WIB Ekonomi
Sempat Jadi Pelayan Hotel

MI/M Taufan SP Bustan

SEMANGAT untuk bisa berguna bagi banyak orang sudah tertanam sejak kecil dalam diri Yonathan. Jadi, tidak mengherankan jika kemudian semangatnya itu berhasil membawanya semakin dikenal orang setelah dianggap sukses mendirikan Shopback Indonesia.

Sebelum mendirikan start-up portal e-commerce-nya itu, ternyata Yonathan banyak harus melalui banyak perjuangan. Itu tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di luar negeri.

Satu hal yang masih diingat pencinta sepak bola itu ialah semasa ia kuliah di Amerika Serikat. Kala itu, banyak pekerjaan yang dilakukannya demi mendapatkan penghasilan tambahan untuk menyambung hidup. Maklum saja, ia bisa sampai belajar di 'Negeri Paman Sam' itu berkat beasiswa.

Jadilah Yonathan bekerja mulai sebagai pencuci piring di restoran hingga pembersih karpet di hotel. Semua itu dilakukannya dengan semangat dan tidak mengeluh. "Dari situ saya terbentuk. Saya benar-benar belajar dari apa yang pernah saya lakukan semasa kuliah di Amerika. Coba Anda bayangkan saya membersihkan karpet yang luas itu seorang diri saja," tuturnya seraya tersenyum.

Kurang lebih satu setengah tahun ia menjadi pelayan. Setiap hari ia harus membagi waktunya antara bekerja, kuliah, dan istirahat. Setelah merasa pekerjaan itu sudah cukup, Yonathan memilih berhenti dan berpikir bekerja di tempat lain sambil tetap melanjutkan kuliah.

Namun, rezeki untuk bekerja di tempat lain itu tidak kunjung datang, padahal Yonathan sudah menyebarkan lamaran kerja ke hampir 70 perusahaan. Namun, belum satu pun yang nyangkut.

Yonathan tidak berputus asa. Ia berpikir untuk kembali ke Indonesia setelah lulus dari perkuliahan. Ia pun memulainya dari nol sesampainya di Indonesia. Setibanya di Tanah Air, Yonathan melihat banyak peluang bisnis yang bisa kembangkan. Karena berbekal banyak pengetahuan dan pengalaman di bidang start-up, ia pun mendirikan Shopback.

Semasa kecil, Yonathan mengaku tidak berpikir bisa seperti sekarang, tapi optimisme kuat membawanya memimpin Shopback Indonesia.

"Padahal waktu kecil saya itu hobinya main bola, dulu sempat jadi kapten di tim. Makin kemari makin gede, hobi itu hilang sampai akhirnya saya berkarya bukan di olahraga, melainkan di bidang lain. Ya seperti inilah sekarang. Saya memang ingin bekerja di suatu bidang yang fleksibel seperti ini," tandasnya.

__________________________________________

BIODATA

Nama: Indra Yonathan

Jabatan: Country Head & Co-Founder ShopBack Indonesia

Usia: 31

Kunci Keterampilan & Kekuatan:

Profesional bisnis yang berprestasi tinggi dengan pengalaman 12 tahun dalam memulai dan menskalakan industri lintas pasar (digital, e-niaga, ritel, konsultasi)

Berpengalaman dan memiliki track record yang terbukti dalam membangun tim impian

Berpengalaman dan memiliki track record yang terbukti dalam membangun bisnis start up baru

Kecepatan - Inovasi / Kreativitas - Kerja Tim

Ringkasan prestasi:

Membangun pemimpin di e-commerce industri

(2016 - 2017) No 1 Saluran Pemasaran Afiliasi untuk semua e-commerce di Indonesia

(2016) Membawa Indonesia menjadi pasar dengan pertumbuhan tercepat untuk Shopback dalam kurun waktu tiga bulan.

(2016) Shopback "Bukan Pilihan Bukan" Award 2016

(2015) Ketua Komite Belanja Online Nasional (Harbolnas)

(2014) Meluncurkan Android Lollipop pertama dengan Google, dan won pangsa pasar di Indonesia (54% dari total pangsa pasar dari Android One)

(2013-2014) Top Billers dan Top Performer di Michael Page

Penerima beasiswa penuh dan lulus dengan pujian dengan IPK 3.7 di College of the Ozarks)

Pengalaman:

Co-Founder & Country Kepala ShopBack Indonesia di ShopBack Januari 2016 - Hadir

SVP Kemitraan Pemasaran Strategis di Lazada Group

Januari 2015 - Januari 2016

Kepala Bidang Pengembangan Bisnis Strategis

Mei 2014 - Mei 2015

Konsultan di Michael Page

November 2013 - Oktober 2014

Pengembangan Bisnis di Grup Salim

2012 - 2013

Analis Database

2010 - 2012

Pemimpin Proyek di Young Corporation

2009 - 2010

Pendidikan:

Perguruan Tinggi Ozarks

Liaoning Normal University

Missouri State University

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More