Jelajah Jawa Tengah Bareng Xpander

Penulis: Nurtjahyadi Pada: Kamis, 15 Mar 2018, 05:00 WIB Otomotif
Jelajah Jawa Tengah Bareng Xpander

MI/CHADIE

PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) menggelar Xpander Media Touring 2018 melibatkan sekitar 90 jurnalis untuk menjelajahi beberapa objek wisata, budaya, sejarah, serta kuliner khas di Jawa Tengah. Acara tersebut sekaligus membawa jurnalis untuk merasakan langsung multi purpose vehicle (MPV) model baru Mitsubishi itu yang menjadi trending topic di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017.

Kegiatan itu dibagi dalam tiga grup dengan rute berbeda. Grup pertama digelar pada 4-6 Maret 2018 dengan menempuh rute Semarang-Solo. Grup kedua digelar pada 6-8 Maret dengan rute Solo-Yogyakarta. Grup ketiga digelar pada 8-10 Maret 2018 dengan rute Yogyakarta-Semarang. Media Indonesia masuk grup terakhir. Sebanyak 10 Xpander disediakan untuk kegiatan ini.

Dari Bandara Adisutjipto Yogyakarta, rombongan menuju Kota Semarang. Kendaraan berlari antara kecepatan 80-125 km/jam menyusuri berbagai kondisi jalan di sepanjang rute tersebut.

Rute yang sebagian besar berupa medan pegunungan menguntungkan kami dalam mengeksplorasi kendaraan berpenggerak roda depan tersebut. Mesin 4A91 MIVEC DOHC 16 Valve berkapasitas 1.5 liter yang diusungnya terasa seperti kehilangan kekuatan puntir saat melahap jalan menanjak.

Hal itu sangat terasa pada varian bertransmisi otomatis yang ditandai dengan seringnya sistem berpindah gigi. Untuk mengatasi hal itu, Media Indonesia menekan tombol mungil di sisi tongkat transmisi untuk mengaktifkan fitur over drive off. Pada kondisi tertentu kami tak segan menggeser tuas ke posisi dua saat melibas tanjakan terjal yang panjang.

Meskipun begitu, mesin berteknologi MIVEC (Mitsubishi Innovative Valve timing Electronic Control) bertenaga 105 PS dan torsi maksimal 141 Nm itu cukup responsif saat bermain di putaran bawah dan menengah. Hal ini sangat dibutuhkan untuk kendaraan keluarga di perkotaan yang padat seperti di Semarang dan kota-kota besar lain.

Nyaman
Perpindahan gigi transmisi otomatis 4 tingkat percepatannya berlangsung sangat halus, nyaris menyerupai karakter transmisi jenis CVT (continuously variable transmission). Kami juga memberi jempol untuk handling-nya yang akurat serta menyisakan feedback yang lumayan besar pada roda kemudi sehingga pengemudi merasakan penuh kendali di tangan. Putaran roda kemudinya yang ringan juga membuat pengemudi meliuk-liuk di jalan berliku.

Handling-nya yang akurat didukung pula suspensi yang nyaman dengan tingkat peredaman cukup seimbang. Alhasil bodi kendaraan tetap tenang saat melaju di jalan keriting dan tidak limbung saat diajak melahap tikungan-tikungan tajam.

Rasa percaya diri pun terbangun saat mengendarai Xpander lantaran keberadaan fitur ASC (active stability control) yang meningkatkan keakuratan pengendalian di jalan licin. Begitu pula saat stop'n go di tanjakan didukung fitur hill start assist yang mencegah kendaraan mundur.

Tidak ada kekhawatiran juga ketika melaju pada kecepatan tinggi di jalan bebas hambatan berkat kehadiran fitur ESS (emergency stop signal). Jika terjadi pengereman mendadak, secara otomatis lampu rem ketiga dan lampu sein berkedip beberapa kali untuk memperingati pengemudi kendaraan di belakangnya.

Gembar-gembor MMKSI juga beralasan soal kekedapan kabin. Sistem peredaman akustiknya mampu menyekat kebisingan dari luar dengan maksimal.

Kenyamanan makin terasa berkat kabin yang lebih lapang jika dibandingkan dengan kendaraan sejenis di kelasnya. Penumpang baris kedua memiliki ruang kaki yang cukup walaupun bangku di depan mundur jauh ke belakang. Bangku baris ketiga dapat dibuat lebih leluasa dengan memajukan bangku baris kedua.

Sistem penyejuk ruangan dengan double blower cukup ampuh mengalirkan udara sejuk ke seantero kabin. Teriknya matahari Kota Semarang pun mampu diredam dengan baik. (S-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More