Utusan Khusus Presiden Bertemu Menlu Botswana

Penulis: Antara Pada: Rabu, 14 Mar 2018, 10:01 WIB Internasional
Utusan Khusus Presiden Bertemu Menlu Botswana

Utusan Khusus Presiden Joko Widodo untuk pencalonan Indonesia sebagai Anggota tidak Tetap Dewan Keamanan PBB 2019-2020 Hassan Wirajuda---ANTARA/Nyoman Budhiana

UTUSAN Khusus Presiden Joko Widodo untuk pencalonan Indonesia sebagai Anggota tidak Tetap Dewan Keamanan PBB 2019-2020 Hassan Wirajuda bertemu dengan Menteri Luar Negeri Botswana Pelonomi Venson-Moitoi untuk memperkuat kerja sama bilateral.

Pertemuan tersebut dilakukan di Botswana pada Senin (12/3). Hal itu diungkapkan keterangan pers Kementerian Luar Negeri yang diterima, Rabu (14/3).

Melalui Menlu Botswana, Utusan Khusus menyampaikan Surat Presiden Joko Widodo kepada Presiden Botswana terkait pencalonan Indonesia sebagai Anggota tidak Tetap Dewan Keamanan PBB 2019-2020.

Menlu Botswana memuji kedekatan bilateral Indonesia dan Botswana dan mengharapkan peningkatan hubungan antarmasyarakat (people-to-people contact). Selain itu, Menlu Botswana juga mengatakan bahwa Botswana dapat belajar banyak dari Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Hassan menekankan bahwa stabilitas politik dan pertumbuhan ekonomi Indonesia dan Botswana memungkinkan kedua negara untuk menjajaki lebih banyak lagi potensi kerja sama.

Dia juga menyampaikan ketertarikan Indonesia untuk bekerja sama dalam bidang pendidikan dan pelatihan, termasuk di bidang tata kelola pemerintahan yang baik.

Hubungan Indonesia dan Botswana telah terjalin erat sejak dibukanya hubungan diplomatik pada 2012. Peningkatan kerja sama sektoral terus dilakukan, antara lain pada kunjungan pejabat tinggi Botswana ke Indonesia dan sebaliknya.

Kedua negara juga mempunyai hubungan yang baik dalam berbagai forum internasional. Perwakilan Indonesia untuk Botswana berkedudukan di Pretoria, Afrika Selatan. Sementara perwakilan Botswana untuk Indonesia berkedudukan di Canberra, Australia.

Botswana memiliki pendapatan per kapita sekitar 6,924 dolar AS dengan penduduk 2,25 juta jiwa dan memiliki keunggulan di bidang pertambangan khususnya intan, pengolahan hewan ternak, dan tekstil.

Botswana memiliki peran penting di kawasan Afrika bagian selatan. Sebagai pendiri South African Development Community pada 1992, Botswana juga menjadi tuan rumah bagi markas besar organisasi tersebut.

Keberadaan diaspora Indonesia di Botswana turut memberikan andil dalam meningkatkan hubungan kerja sama bilateral.

Hubungan bilateral Indonesia dan Botswana diharapkan akan terus meningkat termasuk melalui rencana pembentukan sidang komisi bersama dan penunjukan konsul kehormatan. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More