Pemuda Ujung Tombak Ujaran Kebaikan

Penulis: Dero Iqbal Mahendra Pada: Rabu, 14 Mar 2018, 07:55 WIB Polkam dan HAM
Pemuda Ujung Tombak Ujaran Kebaikan

HUMAS KEMENKO POLHUKAM

MENTERI Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengatakan saat ini media sosial banyak menyebaran ujaran kebencian, berita palsu (hoaks), dan pembunuhan karakter. Karena itu, kaum muda Purna Paskibraka Indonesia (PPI) diminta untuk menyebarkan ujaran kebaikan dan ujaran kebenaran yang menenteramkam.

"Mereka para pemuda pasti sangat aktif dalam mengikuti perkembangan teknologi, terutama media sosial, seperti Instagram, Whatsapp, dan Twitter. Karena ancaman muncul di sana maka saya mengajak mereka untuk melawan itu," pinta Wiranto saat membuka acara Forum Koordinasi dan Sinkronisasi bertema Peran pemuda dalam literasi media sosial untuk bela negara guna memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa, di Jakarta, kemarin.

Ia menjelaskan, jika ada ujaran kebencian di media sosial, para pemuda melawannya dengan menyebarkan ujaran kebaikan. Selain itu, memberi penjelasan kepada masyarakat agar tidak terpengaruh oleh hal-hal jahat dari medsos yang mengganggu dan mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.

"Sekarang kita sadarkan lagi supaya mereka punya kewajiban untuk bela negara. Perlu pelatihan-pelatihan agar mereka memahami bagaimana menghadapi ancaman, apakah yang muncul dari masalah politik, proxy war dari pihak lain, kita hadapi semua," tegas Wiranto.

Menurutnya, bela negara tidak hanya dalam wujud militer. Saat ini ancaman militer mahal dan akan dihindari banyak negara karena dikutuk komunitas internasional. Ke depan, invasi militer akan punah karena bukan menjadi alternatif yang baik bagi satu negara.

Lalu, apa ancaman itu? Mantan Menhankam Pangab itu mengatakan bahwa ancaman saat ini sudah berubah. Ancamannya lebih murah, tidak ketahuan, tidak kelihatan, tapi telak. Misalnya, aksi radikalisme, terorisme, menyebarkan virus ujaran kebencian sehingga suatu bangsa akan pecah dengan sendirinya.

Dalam kesempatan itu, Wiranto mengakui bahwa dewan ketahanan nasional (wantannas) akan dipersiapkan sebagai motor penggerak bela negara. Namun, bela negara dalam hal ini bukan dalam wujud menghadapi ancaman militer.

Lalu, terkait perpres wantannas, ia berharap semua pihak bersabar. "Perpres itu kan membutuhkan persiapan yang prima, butuh modul yang lengkap, kapan waktunya, biaya bagaimana, semua perlu dipertimbangkan," terangnya.

Bersinergi

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Kesatuan Bangsa Kemenko Polhukam Arief P Moekiyat menjelaskan acara tersebut dihadiri sekitar 100 peserta anggota PPI. Menurutnya, itu merupakan kegiatan pertama Kemenko Polhukam yang bersinergi dengan Kemenhan dan Kemenkominfo.

"Para pemuda akan menjadi mitra kerja pemerintah dalam menyebarkan hal-hal positif dan pesan-pesan kebangsaan sehingga bisa memengaruhi masyarakat Indonesia," paparnya.

Dikatakan, pemilihan PPI untuk dilatih dalam literasi media sosial karena mereka dinilai sebagai pemuda terbaik dari yang baik-baik. Mereka sudah dipilih secara sistematis melalui proses yang ketat.

"Mereka anak-anak muda yang baik dan merupakan harapan masa depan Indonesia. Mereka harus menjadi tulang punggung gerakan cintai negeri ini, bela negeri ini, dan jaga negeri ini untuk selama-lamanya," ucap Arief.(P-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More