Ulama Kalsel Minta Cawapres Jokowi dari Kelompok Agamais

Penulis: Nur/P-3 Pada: Rabu, 14 Mar 2018, 07:47 WIB Polkam dan HAM
Ulama Kalsel Minta Cawapres Jokowi dari Kelompok Agamais

FOTO-FOTO/SETPRES

WAKIL Ketua MUI Kalimantan Selatan Abdul Hafiz Anshari mengatakan bahwa para ulama Kalsel berharap pendamping Presiden Joko Widodo yang akan bertarung kembali di Pilpres 2019 adalah sosok yang agamais. Menurutnya, penting bagi pendamping Jokowi ialah sosok yang memiliki pengetahuan keagamaan.

"Jadi ada kombinasi di situ (nasionalis-muslim), supaya kehidupan bangsa kita terutama dalam konteks akhlak bangsa tidak bisa lepas dari koridor keagamaan," katanya seusai bertemu dengan Jokowi, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin.

Pendamping Jokowi pun harus memiliki kemampuan, kapasitas, dan kapabilitas. Namun, diakuinya, kriteria-kriteria itu tidak disampaikan kepada Jokowi dalam pertemuan tersebut. "Kami tidak sampaikan itu kepada beliau," tegasnya.

Pihaknya pun tidak mempermasalahkan asal daerah pendamping Jokowi kelak apakah berasal dari Jawa atau luar Jawa. Yang terpenting, sosok yang memiliki kemampuan di bidang keagamaan.

Ada 39 ulama yang hadir dalam pertemuan tersebut. Para ulama tersebut berasal dari 13 kabupaten di Kalsel. Mereka yang hadir pun berasal dari beragam organisasi mulai NU, Muhammadiyah, majelis taklim, sampai majelis ulama.

Lebih lanjut, Hafiz menyampaikan bahwa dalam pertemuan tersebut pihaknya lebih terfokus untuk membicarakan mengenai bagaimana menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta peran para ulama dalam menjaga keutuh-an bangsa dan negara.

"Beliau sangat berharap kerja sama antara pemerintah dengan ulama terus terjalin dengan baik. Kalau pemerintah dan ulama bersatu untuk menangani umat, pembinaan pengembangan dan kesejahteraan umat akan terlaksana dengan baik," tuturnya.

Hafiz menyampaikan bahwa pihaknya tidak ingin hanya berkontribusi dalam urusan ceramah dan tausiyah keagamaan dalam memberikan sumbangsih kepada kehidupan bangsa dan negara ini, tetapi mereka ingin melakukan langkah yang lebih konkret.

"(Misalnya) tentang pembinaan ekonomi syariah, bagaimana ekonomi syariah itu berkembang bisa menjadi satu sistem ekonomi yang menjadi bagian terpenting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara."

Presiden Joko Widodo sering kali mengundang para ulama ke Istana Kepresidenan Jakarta. Hal itu dilakukan lantaran Presiden ingin mendengar suara dan aspirasi dari masyarakat.

"Kenapa kemudian ulama diterima, itu beliau lebih banyak sebenarnya ingin mendengarkan bagaimana suara-suara masyarakat tentang berbagai hal," kata Seskab Pramono di Kompleks Istana, Jakarta, kemarin.(Nur/P-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More