Pemecatan Tillerson Sebabkan Dolar Melemah

Penulis: Antara Pada: Rabu, 14 Mar 2018, 07:41 WIB Internasional
Pemecatan Tillerson Sebabkan Dolar Melemah

AFP/MOHAMMED HUWAIS

KURS dolar Amerika Serikat (AS) melemah terhadap mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Rabu (14/3) pagi WIB, menyusul berita pencopotan menteri luar negeri AS.

Presiden AS Donald Trump, Selasa (13/3), mengumumkan bahwa dia memutuskan menggantikan Menteri Luar Negeri Rex Tillerson dengan Direktur CIA (Central Intelligence Agency) Mike Pompeo.

Kepergian Tillerson mengangkat kekhawatiran pasar bahwa pemerintahan Trump akan melembagakan kebijakan proteksionisme dan lebih agresif dalam menegosiasikan tarif perdagangan dengan negara-negara lain.

Para analis mengatakan, secara historis tarif menyebabkan dolar AS melemah selama masa kepresidenan George W Bush dan Bill Clinton.

Di sisi ekonomi, Indeks Harga Konsumen (IHK) untuk semua konsumen perkotaan meningkat 0,2% pada Februari disesuaikan secara musiman, sesuai dengan konsensus pasar, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Selasa (13/3).

Selama 12 bulan terakhir, indeks semua item atau barang naik 2,2% sebelum penyesuaian secara musiman.

Indeks untuk semua item dikurangi makanan dan energi meningkat 0,2% pada Februari, dan naik 1,8% selama 12 bulan terakhir, angka yang sama dengan dua bulan sebelumnya.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,25% menjadi 89,675 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi US$1,2397 dari US$1,2336 pada sesi sebelumnya, dan pound sterling Inggris naik menjadi US$1,3977 dari US$1,3906 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi US$0,7867 dari US$0,7877.

Dolar AS dibeli 106,64 yen Jepang, lebih tinggi dari 106,37 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS juga turun menjadi 0,9439 franc Swiss dari 0,9466 franc Swiss, dan menguat menjadi 1,2942 dolar Kanada dari 1,2828 dolar Kanada. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More