Ini Alasan Trump Memecat Tillerson

Penulis: Anastasia Arvirianty Pada: Rabu, 14 Mar 2018, 07:27 WIB Internasional
Ini Alasan Trump Memecat Tillerson

AFP/SAUL LOEB

SEORANG pejabat Gedung Putih mengatakan Trump ingin memiliki tim baru sebelum memulai negosiasi dengan Presiden Korea Utara (Korut) Kim Jong-un. Dia juga menginginkan tim baru untuk berbagai negosiasi perdagangan.

The Washington Post pertama kali melaporkan berita tersebut dan mengatakan Trump telah meminta Menteri Luar Negeri Rex Tillerson mengundurkan diri pada Jumat (9/3) lalu.

Adapun, pembicaraan terkait penggantian menteri ini dilakukan di ruang rapat Gedung Putih pada Selasa (13/3) siang. Tapi, Trump menyampaikan kabar tersebut pada pukul 8.44 waktu setempat.

Adapun, Tillerson mengatakan, Trump telah memanggilnya sekitar tengah hari untuk mendiskusikan perubahannya.

Tillerson akan digantikan Direktur CIA Mike Pompeo yang merupakan lulusan West Point dan Harvard Law School. Ia pernah bertugas di Dewan Perwakilan Rakyat AS selama lebih dari 5 tahun sebelum Trump menunjuknya untuk memimpin CIA.

Dalam sebuah pernyataan resmi yang dikeluarkan Gedung Putih, Trump memuji kerja Pompeo dengan CIA dan mengungkapkan kepercayaannya pada kemampuannya untuk meraih kendali kemenlu AS dan mendorong prioritas kebijakannya.

Trump mengklaim dirinya sudah mengenal Pompeo dengan sangat baik selama 14 bulan terakhir dan yakin Pompeo adalah orang yang tepat untuk pekerjaan di titik kritis ini.

“Dia akan melanjutkan program kami untuk memulihkan pendirian Amerika di dunia, memperkuat aliansi kami, menghadapi lawan-lawan kami, dan juga ingin denuklirisasi Semenanjung Korea," ujarnya.

Trump mengakhiri pernyataan tersebut dengan mengucapkan terima kasih kepada Tillerson atas pelayanannya.

"Banyak hal telah dicapai dalam empat belas bulan terakhir, dan saya berharap dia dan keluarganya baik-baik saja,” tambah Trump.

Selain itu, dia juga mengatakan, dirinya yakin Tillerson akan lebih bahagia begitu dia tidak lagi di menjabat sebagai Menlu AS.

"Saya pikir Rex akan jauh lebih bahagia sekarang dan saya saya sangat menghargai pelayanannya,” kata Trump.

TIllerson, yang sebelumnya adalah CEO Exxon Mobil, telah melampaui kinerja beberapa anggota kunci lainnya dari pemerintahan Trump. Kendati demikian, masa jabatannya secara historis pendek dibandingkan dengan para pendahulunya.

Dalam masa jabatannya, Tillerson juga disertai serangkaian perselisihan dan laporan pertengkaran internal dengan Presiden. Pernah, Tillerson mendapati dirinya melakukan penjelasan bahwa dia telah memanggil Trump sebagai orang tolol, tapi tidak melakukan penolakan resmi.

"Saya benar-benar akrab dengan Rex," kata Trump. "Tapi ini adalah masalah pola pikir yang berbeda." (TIME/OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More