Topi Hitam Surabaya Retas Situs di 44 Negara

Penulis: Mal/DD/X-14 Pada: Rabu, 14 Mar 2018, 07:23 WIB Polkam dan HAM
Topi Hitam Surabaya Retas Situs di 44 Negara

ANTARA FOTO/Reno Esnir

TIGA mahasiswa ditangkap tim siber Polri di Surabaya karena meretas sistem pengamanan situs milik pemerintah, pribadi, dan perusahaan di 44 negara.

Kelompok yang menamakan diri Surabaya Blackhat (SBH) ini diperkirakan telah membobol sekitar 3.000 situs di seluruh dunia. Sebagian besar laman yang diretas ialah milik lembaga pemerintah, salah satunya milik AS.

"Kalau Indonesia tidak ada situs pemerintah yang di-hack. Hanya perusahaan, jumlahnya tidak lebih dari 100 situs," ujar Kasubdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKB Roberto Pasaribu di Polda Metro Jaya, Selasa (13/3).

Penangkapan jaringan Topi Hitam itu merupakan hasil kerja sama tim siber Polda Metro Jaya dan Federal Bureau of Investigation (FBI) AS.

Roberto menjelaskan ketiga mahasiswa jurusan IT itu ialah NA, 21, KPS, 21, dan ATP, 21. Setiap tersangka meraup sedikitnya Rp200 juta dari aksi kejahatan tersebut.

Polisi menyita barang bukti berupa telepon seluler, laptop, dan modem yang digunakan melakukan kejahatan siber. "Dari enam target, baru tiga yang kita tangkap. Penyidikan masih terus dikembangkan, jadi jumlahnya bisa bertambah," ujarnya.

KSP yang beralamat di daerah Sawahan, Surabaya, diketahui merupakan pendiri SBH. Kelompok Topi Hitam Surabaya diperkirakan memiliki 600-700 anggota dan telah lama melancarkan kejahatan siber.

Modus kelompok Topi Hitam ialah lebih dulu meretas sistem pengamanan laman. Setelah berhasil, mereka menghubungi pengelola situs dan menawarkan jasa perbaikan. "Mereka kirim e-mail ke admin. Pesannya apakah (laman) mau diperbaiki seperti semula. Tetapi harus bayar Rp20 juta sampai Rp30 juta," ujar Roberto.

Agar aksi mereka sulit terlacak, kata Robetto, uang jasa dibayarkan dengan bitcoin dan melalui akun Paypal.

Sementara itu, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di Bogor, kemarin, mengatakan ancaman kejahatan siber juga menjadi prioritas utama TNI saat ini. "Di tataran global, setiap menit terjadi sekitar 500 ribu serangan siber di seluruh dunia," ujar Hadi.(Mal/DD/X-14)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More