Pemerintah Sentil BNI Soal Serapan KUR

Penulis: Fetry Wuryasti Pada: Selasa, 13 Mar 2018, 22:37 WIB Ekonomi
Pemerintah Sentil BNI Soal Serapan KUR

ANTARA FOTO/Dewi Fajriani

DEPUTI Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir mengatakan, tahun ini negara menganggarkan Rp120 triliun plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR). Dana tersebut disalurkan oleh 34 penyalur baik bank dan lembaga pembiayaan.

Namun total baru sebesar Rp106,6 triliun plafon yang diajukan bank penyalur. Dengan begitu, masih tersisa ruang sebesar Rp13,4 triliun lagi yang bisa diajukan bank untuk salurkan KUR.

Iskandar pun sempat mengkritik kinerja salah satu bank penyalur yaitu BNI, yang pada tahun lalu hanya mampu merealisasikan serapan KUR sebesar 80% dari plafonnya. Di sisi lain ada bank BUMN yang melampaui 100% target penyaluran KUR.

Menurut Iskandar, salah satu yang dapat digunakan perbankan untuk menggenjot target penyaluran KUR, antara lain dengan menggandeng institusi teknologi finansial atau fintech untuk mempercepat penetrasi.

"Kami harap BNI dapat merealisasikan plafonnya yang cukup besar melalui inovasi mengggandeng teknologi finansial ini. Karena kami tambah 12% dari tahun lalu. Sampai Februari penyaluran KUR BNI sudah hampir mencapai Rp3,4 triliun, padahal dahulu baru bisa mencapai 80% sepanjang 2017," ujar Iskandar di Jakarta, Selasa (13/3).

Untuk KUR mikro, kata Iskandar, ditetapkan maksimum kredit sebesar Rp25 juta, dengan akumulasi khusus di sektor perdagangan maksimum Rp100 juta. Di luar sektor perdagangan, yaitu sektor produktif seperti pertanian perikanan dan lainnya, sepanjang nasabah butuh modal untuk usaha tidak dibatasi akumulasinya.

Alasannya, bila kredit modal perdagangan terlalu banyak, artinya tidak ada output atau hasil produksi baru. Hal itu dikhawatirkan menimbulkan inflasi.

"Kalau untuk KUR kecil atau ritel subsidi bunganya kami berikan 5,5% dengan plafon sampai Rp500 juta. Untuk KUR bagi TKI itu kami beri subsidi bunga berikan kepada bank 14,5%. NPL dari KUR sendiri keseluruhan sekitar 2,1%," ungkap Iskandar.

Lebih lanjut Iskandar mengungkapkan realisasi KUR seluruhnya pada 2017 sebesar Rp96,7 triliun. Tahun ini bunga KUR diturunkan dari 9% ke 7% dengan pemerintah berikan subsidi kepada bank sebesar 10,5%. Diharapkan dengan stimulan ini, bank dapat lebih masif menyalurkan KUR tepat sasaran.

"Laporannya dari yang masuk sampai Februari sudah hampir Rp 7 triliun," tukas Iskandar. (A-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More