Pengamat: Kemungkinan Bentuk Poros Ketiga Kecil

Penulis: Astri Novaria Pada: Selasa, 13 Mar 2018, 22:30 WIB Politik dan Hukum
Pengamat: Kemungkinan Bentuk Poros Ketiga Kecil

MI/Ramdani

DIREKTUR Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yudha mengatakan terbentuknya poros ketiga di Pilpres 2019 sulit terjadi. Menurutnya, poros ketiga bisa terbentuk tergantung dengan dinamika politik yang masih sangat cair saat ini.

Saat ini sudah ada lima partai politik yang menyatakan dukungannya terhadap Joko Widodo, yakni PDIP, Partai Golkar, Partai NasDem, Partai Hanura dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Total perolehan suara lima partai itu mencapai 52,2%.

"Poros ketiga masih mungkin apabila dari lima partai itu tidak bertambah satu lagi, jadi ada enam partai. Jika itu terjadi, maka tertutup kemungkinan peluang poros ketiga," ujar Hanta saat dihubung Media Indonesia, Selasa (13/3).

Hal tersebut, kata Hanta, diasumsikan bila Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membentuk poros kedua dengan total perolehan suara keduanya, yakni 20,1%. Selanjutnya, poros ketiga kemungkinan terbentuk oleh Partai Demokrat, PAN dan PKB dengan total perolehan suara ketiganya 27,9%.

"Kalau bicara kemungkinan masih ada. Tapi peluangnya kecil. Jika Gerindra dipastikan berkoalisi dengan PKS. Sementara ada sisa tiga partai lainnya dan satu saja dari tiga partai itu bergabung (mendukung) ke Jokowi maka tidak bisa membentuk poros baru," tandasnya.

Selain itu, lanjut Hanta, sejauh ini belum ada figur calon wakil presiden yang mampu mengalahkan Jokowi. Hanya Prabowo yang masih dianggap sebagai penantang terberat Jokowi. "Nama-nama lain belum ada muncul sampai hari ini. Kalaupun ada, itu jauh sekali gapnya."

Hal ini kata dia yang menjadi perhitungan partai politik jelang Pilpres 2019 mendatang. Ia berpendapat, daripada Partai Demokrat membuat poros ketiga lebih baik meninggikan posisi tawarnya kepada Jokowi. Salah satunya seperti mengajukan nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Cawapres Jokowi.

"Ketimbang betul-betul ingin membentuk poros ketiga, analisis saya mengatakan lebih baik meninggikan posisi tawar kepada Jokowi. Walaupun saya pribadi sangat setuju adanya poros ketiga, itu bagus buat demokrasi banyak muncul calon alternatif," ungkapnya. (X-12)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More