Indonesia-Australia Sepakat Tambah Jumlah Penerbangan

Penulis: Nur Aivanni Pada: Selasa, 13 Mar 2018, 22:46 WIB Internasional
Indonesia-Australia Sepakat Tambah Jumlah Penerbangan

MI/Ramdani

MENTERI Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebutkan Indonesia dan Australia memiliki kerja sama yang positif di bidang penerbangan dan sepakat menambah jumlah penerbangan.

"Keduanya bersepakat untuk menambah. Jadi saling memberikan keuntungan masing-masing dan tadi saya laporkan kita tidak ada hambatan, bahkan selain penumpang, kita juga akan menambahkan kesempatan-kesempatan kargo," kata Budi ditemui di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (13/3), usai rapat mengenai persiapan kunjungan Presiden Joko Widodo ke Australia dan Selandia Baru.

Penambahan jumlah penerbangan kedua negara dapat dilakukan jika ada kebutuhan dari maskapai penerbangan masing-masing negara. Total penerbangan Indonesia-Australia dari perusahaan maskapai Indonesia pada saat ini tercatat sebanyak 81 penerbangan. Sementara maskapai
Australia melayani sebanyak 92 penerbangan dengan rute sejumlah kota antara Indonesia-Australia, khususnya ke Bali dan Jakarta.

Budi menambahkan, pasar penerbangan kedua negara masih sangat berpotensi untuk dikembangkan. Kemudian Menhub menjelaskan pihaknya sedang menjajaki potensi penerbangan kargo terutama dari Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk mengirim komoditas perikanan konsumsi.

Selain sektor ekonomi, Indonesia dan Australia juga akan meningkatkan hubungan di sektor keamanan dan penanggulangan terorisme.

"Pertukaran intelijen, dan kita latihan bersama nanti," ujar Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, terkait peningkatan kerja sama dengan Australia.

Presiden Jokowi direncanakan melakukan kunjungan resmi ke Australia pada 15-18 Maret 2018 untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Khusus ASEAN-Australia. Jokowi juga akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Selandia Baru.

Dalam kunjungannya di Selandia Baru, Presiden akan merayakan peringatan 60 tahun hubungan bilateral Indonesia-Selandia Baru. Hal yang akan dibahas adalah mengenai peningkatan status hubungan kedua negara menjadi kemitraan komprehensif dan meningkatkan kerja sama di bidang perdagangan. (Ant/OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More