DK PBB Didesak Setop Derita Warga Ghouta

Penulis: Administrator Pada: Rabu, 14 Mar 2018, 08:10 WIB Internasional
DK PBB Didesak Setop Derita Warga Ghouta

AFP

SEKJEN Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mendesak anggota Dewan Keamanan untuk 'mengakhiri penderitaan' warga di Ghouta Timur yang dikepung.

Desakan itu disampaikan Guterres, Senin (12/3) waktu setempat, bersamaan dengan terjadinya serangan pasukan pemerintah Suriah yang telah berlangsung selama tiga pekan. Serangan merangsek ke pinggiran Kota Damaskus yang berada di bawah kendali pemberontak sejak pertengahan 2013.

Beberapa upaya untuk menghentikan operasi mematikan tersebut telah terbukti sia-sia. Lembaga monitor perang melaporkan lebih dari 1.022 warga sipil terbunuh dalam serangan pemerintah Suriah yang didukung Rusia selama tiga pekan terakhir.

"Saya sangat kecewa dengan semua pihak yang membiarkan ini terjadi," kata Guterres dalam pidatonya di markas besar PBB di New York, Amerika Serikat.

"Seharusnya hanya ada satu agenda untuk kita semua, mengakhiri penderitaan rakyat Suriah dan menemukan solusi politik untuk konflik tersebut," tegasnya.

Ia menambahkan, "Terutama di Ghouta Timur, serangan udara, penembakan, serangan darat meningkat setelah diadopsi resolusi."

Ia merujuk pada resolusi DK PBB 2401, yang disahkan pada 24 Februari. Resolusi 2401 menyerukan gencatan senjata segera, evakuasi warga sipil, dan penyaluran pasokan bantuan.

Guterres juga mengungkapkan kekecewaannya atas blokade makanan dan bantuan medis oleh pasukan rezim Presiden Bashar al-Assad.

Padahal, tegasnya, bantuan makanan dan medis sangat dibutuhkan sekitar 400 ribu penduduk yang terjebak di dalam wilayah itu.

Situasi Suriah yang terus memburuk juga mendorong AS mengancam untuk bertindak karena kesepakatan gencatan senjata di Ghouta Timur terus diabaikan Suriah dan sekutu, Rusia.

Ancaman itu dilontarkan Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Nikki Hailey. "AS siap dan tetap siap 'bertindak jika kamu harus (melakukannya)," kata Nikki.

Hailey mengecam kegagalan dalam menerapkan resolusi tentang Suriah dan mengatakan negaranya merancang yang baru dengan 'tidak ada ruang untuk mengelak'.

"AS tetap siap untuk bertindak jika kita harus. Ini bukan jalan yang kita sukai, tapi ini jalan yang telah kita tunjukkan yang akan kita ambil, dan kita siap melakukannya lagi," kata Haley kepada 15 anggota DK PBB.

"Ketika masyarakat internasional secara konsisten gagal bertindak, ada kalanya negara dipaksa untuk bertindak sendiri," tandasnya. Sementara itu, Palang Merah Internasional mulai mengevakuasi warga yang sangat membutuhkan perawatan medis dari Ghouta Timur. Faksi pemberontak yang mengendalikan Kota Douma dan sumber militer mengatakan pasien akan dievakuasi pada Selasa (13/3) waktu setempat. (AFP/Aljazeera/Hym/I-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More