Konstruksi Tanjakan Aman Diubah

Penulis: Administrator Pada: Rabu, 14 Mar 2018, 07:30 WIB Nusantara
Konstruksi Tanjakan Aman Diubah

ANTARA

PEMERINTAH Kabupaten Subang, Jawa Barat, dan instansi terkait akan membuat jalur penyelamatan di tiga titik, yang tidak jauh dari Tanjakan Aman (dahulu Emen). Pengerjaan tiga jalur penyelamatan akan menghabiskan waktu tiga sampai empat bulan ke depan.

Pemkab Subang telah berkoordinasi dengan Pemprov Jawa Barat untuk membuat jalur penyelamatan di sekitar Tanjakan Aman, di Desa Cicenang, Kecamatan Ciater, Subang.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Subang, Rona Mairansyah, mengatakan pengerjaan jalur penyelamatan ini baru akan masuk tahap lelang pada akhir Maret ini. "Kami telah berkoordinasi dengan Pemprov Jabar untuk membuat jalur penyelamatan. Sekarang masih tahap lelang," kata Rona.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi membenarkan akan ada perubahan konstruksi untuk Tanjakan Aman di Subang. "Kita sudah bicarakan ke Pemprov Jabar untuk melakukan perubahan konstruksi supaya lebih aman, nyaman, dan landai. Sekarang ini sudah masuk konstruksi," kata Menhub di Gedung DPR Jakarta, kemarin.

Nama Tanjakan Emen sebetulnya diambil dari nama sopir oplet jurusan Lembang-Subang. Dari penelusuran Media Indonesia ke keluarga Emen, nama asli sopir oplet tersebut ialah Taing. Ia sudah menjadi sopir sejak 1955.

"Nama aslinya Taing. Emen nama panggilan yang diberikan teman-teman sopir oplet. Lantaran dia kecanduan nonton permainan cemen saat menunggu penumpang di Terminal Mandarin Lembang," terang Adang Edi Kurnaedi, 65, anak kedua Taing saat ditemui di rumahnya Kampung Bewak RT 1 RW 3 Desa Jayagiri, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Pada September 1956, Emen mengemudikan oplet dengan membawa 12 penumpang lewat tanjakan Cicenang. Saat jalanan menurun rem oplet blong dan mobil menabrak tebing. Seluruh penumpang tewas dan oplet terbakar. "Saat itu bapak dibawa ke RS Ranca Badak (sekarang RS Hasan Sadikin). Bapak meninggal setelah beberapa pekan dirawat karena luka bakar," jelasnya.

Setelah meninggalnya Taing, rentetan kecelakaan terjadi di Tanjakan Cicenang, yang kemudian berubah nama menjadi Tanjakan Emen. Setiap orang lewat tanjakan selalu buang puntung rokok agar selamat. Namun, Adang membantah penyebab kecelakaan karena diganggu arwah Emen. "Bapak sebelum meninggal minta didoakan Alfatihah, bukan minta rokok," tegasnya. (RZ/DG/JI/Cah/N-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More