KPK Tetapkan Empat Tersangka Kasus Suap PN Tangerang

Penulis: Christian Dior Simbolon Pada: Selasa, 13 Mar 2018, 21:46 WIB Polkam dan HAM
KPK Tetapkan Empat Tersangka Kasus Suap PN Tangerang

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan empat tersangka kasus suap di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang. Keempatnya yakni, Hakim PN Tanggerang Wahyu Widya Nurfitri (WWN), panitera pengganti Tuti Atika (TA), dan advokat berinisial ADS dan HMS.

Keempatnya dijaring KPK dalam sebuah operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar KPK di sejumlah lokasi di Tangerang, Senin (12/3) kemarin. Menurut Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan, suap diberikan kepada hakim Wahyu untuk mengubah putusan pengadilan.

"Latar belakang terjadi pemberian uang ke hakim melalui panitera karena sedang menangani kasus perdata. Ada pihak-pihak tertentu yang ingin kasusnya dimenangkan dan berupaya lewat pengacara diberikan sejumlah uang," ujar Basaria di Gedung KPK, Kuningan Persada, Jakarta, Selasa (13/3).

Kasus ini berawal dari tak dikabulkannya gugatan perkara perdata bernomor 426/PDT/G2017/PN Tangerang yang ditangani ADS dan HMS pada akhir Februari lalu. Putusan perkara yang belum sempat dibacakan hakim itu dibocorkan ke pengacara oleh TA.

"Dengan segala upaya ADS mengupayakan agar gugatan dimenangkan sehingga pada 7 Maret ADS atas persetujuan HMS yang sama-sama pengacara bertemu dengan TA di Pengadilan Tangerang dan diduga menyerahkan uang Rp7,5 juta," tutur Basaria.

Namun demikian, duit suap yang diberikan ADS masih kurang dari total Rp30 juta yang disepakati. Pada 12 Maret, ADS pun kembali menyerahkan sisa duit suap sebesar Rp22,5 juta ke TA di PN Tanggerang.

"Dan setelah penyerahan uang tim kemudian mengamankan ADS di parkiran Pengadilan Tangerang. Tim lalu masuk ke ruangan TA dan mengamankan TA dan amankan Rp22,5 juta yang baru diserahkan," imbuh Basaria.

Setelah membawa ADS dan TA bersama 3 pegawai PN Tangerang lainnya, tim penyidik KPK kemudian bergerak mengamankan HMS di kantornya di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, serta 'menjemput' hakim Wawan di Bandara Soekarno Hatta yang baru saja pulang dari Semarang.

"Setelah melakukan pemeriksaan pascatangkap tangan dan gelar perkara disimpulkan (WWN) melakukan tipikor menerima hadiah secara bersama, terkait putusan perkara yang disaerahkan kepadanya untuk diadili, dinaikkan ke pengadilan," ujar Basaria.

Dalam kasus ini, WWN dan TA disangkakan melanggar Pasal 12 huruf c atau Pasal 11 Undang-Undang Tipikor sebagaimana diubah jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. Adapun ADS dan HMS selaku pihak penyuap disangkakan melanggar Pasal 6 Ayat (1) huruf a atau Pasal 13 UU Tipikor jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. (OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More