Lewat Ulama, Presiden Ingin Dengar Suara Masyarakat

Penulis: Nur Aivanni Pada: Selasa, 13 Mar 2018, 20:34 WIB Politik dan Hukum
Lewat Ulama, Presiden Ingin Dengar Suara Masyarakat

BIRO PERS SETPRES

INGIN mendengarkan suara masyarakat tentang berbagai hal, menjadi dasar Presiden Joko Widodo sering mengundang para ulama ke Istana Kepresidenan Jakarta.

"Itu dilakukan karena Presiden ingin lebih banyak mendengarkan bagaimana suara-suara masyarakat tentang berbagai hal," kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (13/3).

Pramono mengatakan, Jokowi adalah presiden yang paling sering mengunjungi pondok pesantren. Namun, Presiden tidak hanya menerima ulama saja di Istana, tetapi juga menerima tokoh-tokoh masyarakat dari agama lain. "Hampir semuanya diterima di Istana. Tapi memang harus diakui kan mayoritas penduduk kita adalah Muslim," katanya.

Selasa (13/3), Presiden Joko Widodo menerima 39 ulama dari 13 kabupaten di Kalimantan Selatan. Mereka berasal dari beragam organisasi mulai NU, Muhammadiyah, majelis taklim, sampai majelis ulama.

Wakil Ketua MUI Kalsel Abdul Hafiz Anshari menyampaikan, dalam pertemuan tersebut pihaknya lebih terfokus membicarakan bagaimana menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta peran para ulama dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara.

"Beliau sangat berharap kerja sama antara pemerintah dan ulama terus terjalin dengan baik. Kalau pemerintah dan ulama bersatu untuk menangani umat, pembinaan pengembangan dan kesejahteraan umat akan terlaksana dengan baik," tuturnya.

Hafiz menyampaikan bahwa pihaknya tidak ingin hanya berkontribusi dalam urusan ceramah dan tausiyah keagamaan saja, tetapi ingin melakukan langkah yang lebih konkrit.

"(Misalnya) Tentang pembinaan ekonomi syariah, bagaimana ekonomi syariah itu berkembang bisa menjadi satu sistem ekonomi yang menjadi bagian terpenting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena masyarakat kita mayoritas Muslim, ini perlu keterlibatan ulama, bukan hanya memberikan tausiyah tapi langsung di lapangan terlibat," paparnya. (OL-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More