Pemain Adaptasi dengan Servis Baru

Penulis: , (Badminton.com/Beo/R-4) Pada: Rabu, 14 Mar 2018, 00:31 WIB Olahraga
Pemain Adaptasi dengan Servis Baru

ANTARA FOTO/HO/Humas PBSI

PASANGAN Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto gagal membawa pulang gelar Jerman Terbuka 2018 setelah di babak final dikalahkan keempat kalinya oleh pasangan Takuto Inoue/Yuki Kaneko (Jepang) dengan skor 16-21, 18-21. Kepala pelatih ganda putra Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Herry Iman Pierngadi, menilai salah satu faktor kekalahan ialah penerapan aturan servis baru dari Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) dengan standar tinggi servis 115 cm.

Di babak final Jerman Terbuka yang berlangsung pada Minggu (11/3), Herry menilai permainan yang dikembangkan Fajar/Rian semula normal dan berjalan mulus. “Setelah servis dinyatakan fault sebanyak lima kali, konsentrasi Fajar agak terganggu. Dia jadi fokus ke servisnya, bola kedua ketiganya jadi agak kagok,” kata Herry.

Saat pertandingan babak final, Herry sempat bertanya kepada Fajar. Saat itu Fajar mengatakan cukup terganggu dengan peraturan servis baru dari BWF tersebut. Menurut Harry, dari pasangan muda Indonesia tersebut yang menjadi playmaker atau pengatur permainan ialah Fajar.

“Setelah servis Fajar dinya-takan fault, Fajar/Rian banyak bikin kesalahan terutama di atas angka 16, pemain Jepang banyak dapat poin gratis,” tutur Herry. Herry menilai peraturan servis baru dari BWF dinilai merugikan semua pemain terutama pemain ganda, “Kita harus mencari solusinya. Ja­ngan sampai kita terlalu lama menyalahkan aturan.”

Dia mengusulkan tidak hanya mengandalkan service judge yang bisa melakukan human error. “Kalau perlu ada alat hawk eye, jadi kalau dinyatakan salah, kita bisa challenge dengan bukti yang jelas, ada rekaman, autentik dan bisa dipertanggungjawabkan,” papar Herry, (Badminton.com/Beo/R-4)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More