ICW Minta KPK Abaikan Wiranto

Penulis: Christian Dior Simbolon Pada: Selasa, 13 Mar 2018, 16:53 WIB Politik dan Hukum
ICW Minta KPK Abaikan Wiranto

Ilustrasi

KOORDINATOR Indonesia Corruption Watch (ICW) Ade Irawan meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengabaikan permintaan penundaan pengumuman penetapan tersangka baru dari kalangan peserta Pilkada 2018 sebagaimana disampaikan Menkopolhukam Wiranto.

Menurut Ade, proses hukum terhadap tersangka korupsi harus terus berjalan sepanjang KPK memiliki cukup bukti.

"Permintaan Menkopolhukam tersebut harus diabaikan oleh KPK. Pada saat yang sama, ICW juga meminta kepada KPK untuk lebih berhati-hati (prudent) dalam memproses calon kepala daerah yang terindikasi korupsi dan tidak terbawa dalam arus politik," ujar Ade dalam siaran pers yang diterima Media Indonesia di Jakarta, Selasa (13/3).

Permintaan Wiranto dinilai berlawanan dengan upaya menjadikan proses demokrasi sebagai mekanisme menciptakan pemerintahan bersih. Penetapan tersangka yang dilakukan KPK, menurut Ade, justru membantu masyarakat di daerah memilih pemimpin yang tepat dan bersih dari korupsi.

"Manakala kontestan pilkada tersebut merupakan orang yang bermasalah seperti terindikasi korupsi, seharusnya proses hukum bisa membantu masyarakat agar tidak salah pilih pemimpin daerah mereka. Jika pemerintah berada dalam garis yang jelas dalam mendukung upaya pemberantasan korupsi, maka sesungguhnya pernyataan seperti ini harus dihindari," imbuhnya.

Senada, Koordinator Center for Budget Analysis (CBA) Jajang Nurjaman, menyebut permintaan Wiranto sebagai upaya intervensi yang akan melemahkan KPK. Apalagi, sebelumnya Ketua MPR Zulkifli Hasan juga sempat meminta KPK agar tidak menggelar operasi tangkap tangan (OTT) selama Pilkada 2018 berlangsung.

"Menkopolhukam dan Ketua MPR seharusnya ikut khawatir melihat fakta banyaknya calon kepala daerah yang begitu berani melakukan tindakan korupsi demi merebut kekuasaan. Pejabat-pejabat model begini seharusnya diberi sanksi hukum dan moral seberat-beratnya, bukan malah dibela," cetus Jajang. (OL-4)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More