Dilaporkan ke Polisi, Fahri Hamzah: Itu Gizi dalam Berdemokrasi

Penulis: Astri Novaria Pada: Selasa, 13 Mar 2018, 16:10 WIB Politik dan Hukum
Dilaporkan ke Polisi, Fahri Hamzah: Itu Gizi dalam Berdemokrasi

MI/SUSANTO

DUA Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah dan Fadli Zon dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan menyebarkan hoaks atau informasi palsu. Fadli dan Fahri dilaporkan seseorang bernama Muhammad Rizki.

Fahri dilaporkan lantaran mencuit di akun Twitternya @Fahrihamzah. Kicauan Fahri Hamzah yang dilaporkan ke polisi yakni tulisannya di akun Twitter pada 4 Maret 2018, sementara Fadli Zon melalui akun Twitter @fadlizon turut meretweet cuitan Fahri.

Menyikapi hal tersebut, Fahri mengatakan laporan hukum adalah bagian dari dinamika masyarakat demokrasi yang harus dinikmati. Sebab, sambung dia, setiap orang yang merasa dirugikan oleh tindakan orang lain dapat melakukan upaya hukum.

"Itu adalah sehat, normal dan merupakan gizi dalam berdemokrasi," ujarnya melalui pesan singkatnya, Selasa (13/3).

Fahri merasa tuduhan yang dilayangkan kepadanya tidak benar. Fahri menjelaskan bahwa dirinya hanya mentriwt berita resmi dari Jawa Pos yang menyebut Ketua Muslim Cyber Army adalah Ahokers, sebutan penduung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

"Saya hanya mengutip satu media Jawa Pos sebuah media yang umurnya sudah sangat lama dan punya reputasi yang sangat besar. Itu justru bertanggungjawab karena mengutip sumber dalam setiap tulisannya adalah bagian yang paling penting," tandasnya.

Dia mengatakan, mengutip sumber adalah bagian yang paling penting. Dia melanjutkan, kalau orang mengutip sumber yang tidak ada, baru disebut melakukan tindak pidana, kebohongan atau pemalsuan.

"Tetapi kalau narasumbernya ada, itu justru benar. Apabila narsumnya melakukan klarifikasi terhadap satu berita atau lainnya maka itu telah dilakukan dengan baik dan kita berterima kasih kepada yang melakukan klarifikasi," pungkasnya. (OL-4)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More