Diduga Libatkan Anak Kecil saat Kampanye, Paslon Faham akan Dipanggil Panwaslu

Penulis: Benny Bastiandy Pada: Selasa, 13 Mar 2018, 13:28 WIB Politik dan Hukum
Diduga Libatkan Anak Kecil saat Kampanye, Paslon Faham akan Dipanggil Panwaslu

ANTARA

PASANGAN calon wali kota dan wakil wali kota Sukabumi, Jawa Barat, nomor urut 2 Achmad Fahmi-Andri Hamami (Faham) bakal dipanggil Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu). Pemanggilan tersebut menyusul temuan dugaan pelanggaran kampanye di Kampung Sriwedari RW 11, Kelurahan Sriwedari, Kecamatan Gunungpuyuh, Sabtu (9/3).

Ketua Panwaslu Kota Sukabumi, Muhammad Aminudin, mengatakan dugaan pelanggaran kampanye yang diduga dilakukan pasangan calon Faham dan timnya yakni pelibatan anak kecil. Saat itu pasangan calon Faham menggelar senam massal.

"Kami akan panggil untuk dimintai klarifikasinya menyangkut dugaan keterlibatan anak kecil saat kampanye," tegas Aminudin, Selasa (13/3).

Surat pemanggilan sudah dilayangkan kepada paslon Faham dan tim kampanyenya. Rencananya pemanggilan dilaksanakan Rabu (14/3).

"Sudah ada pemberitahuan, kemungkinan paslon Faham tidak ada datang menyampaikan klarifikasi. Undangan pemanggilan akan diwakili tim kuasa hukum dan tim kampanye.

"Kami nanti akan klarifikasi juga panitia acara dan relawannya," sebutnya.

Jika hasil pemeriksaan terbukti bersalah, lanjut Aminudin, pasangan calon Faham terancam bisa kena sanksi pidana. Panwaslu akan menyerahkan penindakannya ke Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu).

"Kalau ada unsur pidananya yang menindak Sentra Gakkumdu. Kalau tak ada unsur pidananya, nanti kami (Panwaslu) yang tangani," jelasnya.

Menurut Aminudin, dugaan pelanggaran kampanye itu mengacu undang-undang perlindungan anak dan pasal 280 Undang-Undang Nomor 7/2017 tentang Pemilihan Umum.

"Ancamannya kurungan satu tahun dan denda Rp12 juta," bebernya.

Aminudin menegaskan kepada setiap pasangan calon mematuhi semua aturan yang tertuang dalam undang-undang, baik Peraturan KPU maupun undang-undang pemilu. Aminudin menyayangkan paslon yang terkesan menyepelekan berbagi bentuk dugaan pelanggaran.

"Jangan mentang-mentang pelanggarannya administrasi, jadi terkesan mengabaikan," tandasnya.

Tim Advokasi Faham, Hendra Bachtiar, membantah adanya keterlibatan anak kecil saat dilaksanakan sapa warga di Kampung Sriwedari RW 11, Kelurahan Sriwedari, Kecamatan Gunungpuyuh, Sabtu (10/3). Menurut Hendra, keberadaan anak kecil saat digelar senam massal tersebut karena merupakan kegiatan rutin.

"Mereka ikut ibunya senam. Kegiatan itu rutin dilaksanakan ibu-ibu meskipun tidak ada calon. Jadi tidak ada mobilisasi anak kecil," kata Hendra kepada wartawan, Selasa (13/3).

Hendra menambahkan kedatangan pasangan Faham di tempat senam tersebut mendadak karena saat itu sedang dilaksanakan sapa warga di RW 11. Saat berfoto bersama terdapat sejumlah anak kecil yang dibawa ibunya.

"Jadi kesannya seolah-olah anak kecil itu ikut dalam kegiatan kampanye. Padahal tidak seperti itu," tuturnya.

Hendra mengaku sudah mengklarifikasi soal tersebut ke Panwaslu. Dia memastikan tak ada unsur kesengajaan terdapatnya anak kecil dalam kegiatan tersebut.

"Sudah kami sampaikan klarifikasinya ke Panwaslu," pungkasnya. (OL-4)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More