Ketua DPR: Pemerintah Sah Untuk Minta Penundaan Tersangka

Penulis: Antara Pada: Selasa, 13 Mar 2018, 12:19 WIB Politik dan Hukum
Ketua DPR: Pemerintah Sah Untuk Minta Penundaan Tersangka

ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

KETUA DPR RI Bambang Soesatyo mempersilakan pemerintah berpendapat mengenai status hukum calon kepala daerah (cakada), yang meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunda pengumuman mengenai calon kepala daerah dalam Pilkada 2018 yang menjadi tersangka kasus korupsi.

"Kami tidak bisa masuk dalam domain komentar atau pernyataan pemerintah, ya silahkan saja," kata Bambang di Kompleks Parlemen, Jakarta, hari ini.

Dia mengatakan, dari sisi DPR, dirinya tidak dalam posisi melakukan penilaian terhadap pernyataan pemerintah tersebut. Menurut dia, dari sisi pemerintah, hal itu merupakan upaya untuk menjaga stabilitas nasional, dalam menghadapi pesta demokrasi yaitu Pilkada 2018.

"Ya sah-sah saja pemerintah berharap agar tindakan hukum terhadap kepala daerah yang sudah disinyalir melakukan tindakan pidana itu ditunda. Itu sisi pemerintah," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto meminta Komisi Pemberantasan Korupsi menunda pengumuman mengenai calon kepala daerah dalam Pilkada 2018 yang menjadi tersangka kasus korupsi.

"Ditunda dahululah penyelidikannya, penyidikannya, dan pengajuan dia sebagai saksi dan sebagai tersangka," kata Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, hari ini.

Dia menjelaskan permintaan penundaan itu dimaksudkan agar tahapan pilkada serentak serta pencalonan kandidat tidak terganggu dengan adanya proses hukum yang harus dipenuhi calon kepala daerah Menurut dia, risiko dengan cakada dipanggil sebagai saksi atau tersangka itu akan bolak-balik KPK dan berpengaruh pada perolehan suara dan terhadap pencalonannya. (OL-5)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More