Kawasan Industri makin Menggeliat

Penulis: Ghani Nurcahyadi Pada: Selasa, 13 Mar 2018, 02:31 WIB Ekonomi
Kawasan Industri makin Menggeliat

ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

KEHADIRAN proyek infrastruktur yang dikebut pemerintah membawa berkah bagi pengembangan kawasan industri. Di koridor timur Ibu Kota, misalnya, tujuh kawasan industri terus menggeliat menyambut proyek tol layang dan kereta ringan (LRT) yang dibangun.

Kawasan industri bakal merasakan efek positif dari infrastruktur dalam jangka waktu panjang. Saat ini sejumlah indikasi menggembirakan sudah terlihat.

"Beberapa industri consumer goods kini tengah mencari pabrik. Beberapa pengelola juga mulai mencari alternatif kawasan industri baru sampai ke Subang," ungkap Direktur Industri dan Logistik Colliers Indonesia, Rivan Munansa, kemarin.

Gairah kawasan industri akibat proyek infrastruktur juga dilontarkan Yoshihiro Kobi, Direktur Utama PT Bekasi Fajar Industrial Estate sebagai pengelola kawasan industri MM2100. Kobi menyebutkan, pembangunan infrastruktur berupa tol interchange JORR II akan semakin memudahkan para tenant menuju Jakarta.

Karena itu, Kobi yakin target perusahannya pada 2018 untuk menjual hingga 42 hektare-50 hektare lahan dengan nilai berkisar antara Rp1,15 triliun-Rp1,2 triliun dapat terpenuhi. Saat ini sekitar 1.600 ha dari total 2.300 ha lahan di kawasan yang berlokasi di Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, tersebut telah terjual.

Bahkan, ia berencana membuka kawasan industri baru di Indonesia menyusul semakin baiknya infrastruktur yang dibangun pemerintah. Namun, pria asal Jepang itu belum mau mengungkapkan lokasinya. "Nanti pasti diumumkan," tandasnya di Bekasi, Jumat (9/3).

Hunian dan komersial

Menggeliatnya kawasan industri sekaligus menyuburkan bisnis tempat tinggal yang menampung kedatangan tenaga kerja. Salah satu contoh dapat dilihat dari penjualan apartemen Vasanta Innopark yang berada di MM2100.

Hunian garapan PT Sirius Surya Sentosa itu terjual hingga 98% untuk menara pertama yang baru dipasarkan pada akhir tahun lalu. Menara kedua yang dipasarkan mulai Februari silam sudah mencatatkan 300 NUP.

"Sebelum menjalankan proyek ini, kami telah melakukan studi mengenai kebutuhan kawasan industri. Di MM2100 sudah berdiri ratusan pabrik, tapi belum ada hunian sama sekali sehingga minatnya pasti besar. Terbukti ketika 5 jam setelah diluncurkan, 91% unit tower pertama sudah terjual," kata Presiden Direktur Vasanta Innopark Reggy Widjaya saat peletakan batu pertama (groundbreaking) di Bekasi, Kamis (8/3).

MM2100 merupakan kawasan industri yang paling dekat jaraknya dengan Ibu Kota di koridor timur. Hal itu, menurut Direktur Pemasaran dan Penjualan Vasanta Innopark Ming Liang, menjadi modal utama penjualan Vasanta Innopark. Kehadiran pekerja asing juga menjadi target pasar dari Vasanta.

Selain hunian, Sirius Surya Sentosa yang mengelola lahan seluas 12 hektare di MM2100 juga akan mengembangkan kawasan komersial bekerja sama dengan Himpunan Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) dengan menghadirkan 500 brand retail.

"Kebutuhan hunian dan kawasan komersial luar biasa karena selama 20 tahun lebih MM2100 berdiri tidak pernah ada di sini. Akan ada ITB Technopark juga untuk mendukung kebutuhan MM2100," pungkasnya.

(S-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More