Kampus Sangat Mampu Cetak Wirausahawan Muda

Penulis: Dhika Kusuma Winata Pada: Minggu, 11 Mar 2018, 13:47 WIB Humaniora
Kampus Sangat Mampu Cetak Wirausahawan Muda

MI/Dhika

UNIVERSITAS Prasetiya Mulya menggelar bazar produk lokal karya wirausawan muda bertajuk Pop Up Market, di mal Kuningan City, Jakarta, 8-11 Maret.

Bazar yang diikuti wirausahawan muda yang sebagian besar dari kalangan mahasiswa itu diharapkan bisa turut menumbuhkan jumlah pelaku usaha dan mendorong ekonomi kreatif Tanah Air.

Manajer Interim Kemahasiswaan Universitas Prasetiya Mulya, Elfira Wahyono, mengatakan Pop Up Market merupakan bazar produk lokal tahunan sejak 2012 yang diselenggarakan oleh mahasiswa S1 Universitas Prasetiya Mulya.

Gelaran tahun ini diikuti 90 unit usaha yang menjual produk fesyen pria dan wanita, asesoris, dan makanan serta minuman. Latar lokasi bazar didesain dengan tema The Factory Manhattan yang terinspirasi dari studio seniman pop art Amerika Serikat, Andy Warhol.

"Sekitar 71% dari total tenant yang ada dimiliki mahasiswa baik dari Prasetiya Mulya maupun dari universitas lain. Kegiatan ini sebagai bentuk dukungan terhadap perkembangan merek lokal sekaligus menjadi wadah bagi para wirausaha muda dalam mengembangkan kreativitasnya," kata Elfira, di Jakarta, Jumat (9/3).

Menurutnya, besarnya keikutsertaan mahasiswa dalam ajang tersebut membuktikan bibit-bibit pengusaha sebenarnya bisa dimunculkan sejak jenjang pendidikan tinggi. Universitas Prasetya Mulya, ujar Elfira, mendorong mahasiswanya menjadi pengusaha muda melalui pembelajaran bisnis yang berorientasi praktek seperti ajang Pop Up Market yang mempertemukan mahasiswa pengusaha dengan konsumen.

Di Prasetiya Mulya, lanjutnya, ada sejumlah festival wirausaha lainnya di samping Pop Up Market. Salah satunya Business Launch and Investor Days (Blidz) yang mempertemukan mahasiswa dan calon investor.

"Hadirnya Pop Up Market merupakan bentuk dukungan nyata Universitas Prasetiya Mulya terhadap entrepreneur muda untuk membangun brand," imbuh Elfira.

Jumlah wirausaha di negeri ini masih minim. Jumlahnya hanya sekitar 3% dari total penduduk. Di Singapura, jumlah wirausahanya tercatat sebanyak 7% dari jumlah penduduk. Adapun di Malaysia jumlahnya sekitar 5%. Fenomena minimnya pelaku usaha itu kerap dikeluhkan. Pasalnya, pelaku usaha amat penting karena menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi.

Karena itu, gemblengan pembelajaran bisnis di jenjang pendidikan tinggi amat penting demi mencetak wirausahawan muda. Hal itu diungkapkan salah satu alumni Universitas Prasetiya Mulya, Muhammad Alif Putera, 22.

Alif, begitu ia disapa, mengakui pendidikan yang dienyamnya berkontribusi positif sebagai katalisator dalam mengembangkan cita-citanya sebagai pebisnis.

Kampus menjadi wahana bagi Alif mengembangkan insting pengusaha. Pun, tugas akhir yang harus dilaluinya semasa kuliah ialah membangun bisnis. "Cita-cita saya ingin menduniakan ide saya dan membantu orang dengan cara yang tidak biasa melalui bisnis," katanya.

Dia kini menjalani bisnis yang lahir dari tugas akhir kuliahnya yakni hijab khusus untuk olahraga dengan merek dagang Reyd Muslimah Sportwear. Awal tahun ini, usahanya mendapat suntikan dana dari investor sehingga dia bisa memiliki kantor sendiri dan merekrut tim kecil untuk menjalankan roda usahanya.

Kreativitas juga menjadi salah satu andalan para wirausahawan muda. Salah satu peserta Pop Up Market, Dimas Pramana Putra, menawarkan produk kaos kaki unik bermotif batik dengan merek dagang Sinau. Menurutnya, anak muda yang memulai bisnis memang perlu kreatif dalam menelurkan produk yang bakal dijual.

"Juga perlu nekat. Saya bersama dua teman memulainya dari nol. Tanpa modal dan pengetahuan bisnis yang mumpuni," ucap alumnus Universitas Bina Nusantara Jakarta itu. (X-12)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More