Panwaslu Cianjur Panggil Fungsionaris Golkar Soal Telur Berstiker

Penulis: Benny Bastiandy Pada: Minggu, 11 Mar 2018, 10:35 WIB Nusantara
Panwaslu Cianjur Panggil Fungsionaris Golkar Soal Telur Berstiker

ANTARA/ARIF FIRMANSYAH

PANITIA Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, segera memanggil enam fungsionaris Partai Golkar untuk dimintai keterangannya menyusul ditemukannya dugaan pelanggaran kampanye berupa pembagian telur berstiker pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut 4, Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi.

"Besok (hari ini) kami rencanakan memanggil enam orang fungsionaris Partai Golkar Kabupaten Cianjur," kata Ketua Panwaslu Kabupaten Cianjur, Hadi Dzikri Nur, Minggu (11/3).

Panwaslu, berharap dari keterangan fungsionaris Golkar itu bakal diketahui motif dan tujuan pembagian telur ke warga tersebut. "Klarifikasi dari yang bersangkutan menjadi langkah bagi kami mengetahui apakah ada dugaan tindak pelanggaran atau tidak," tegasnya.

Dasar pemanggilan mengacu pada Undang-Undang Nomor 10/2016 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 1/2015 tentang Pengesahan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1/2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota menjadi Undang-Undang.

Aturan lainnya yakni Peraturan Bawaslu Nomor 14/2017 tentang Penanganan Pelanggaran Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota.

"Undangan klarifikasi terhadap fungsionaris Partai Golkar ini merupakan kasus pertama di Kabupaten Cianjur. Kami berharap keenam fungsionaris Partai Golkar bisa datang memenuhi undangan," ucap Hadi.

Pada kesempatan itu dia menekankan kepada setiap pasangan maupun tim sukses calon gubernur maupun wakil gubernur agar menjunjung tinggi dan mentaati aturan berkampanye. "Ini demi menjaga kualitas demokrasi," pungkasnya. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More