Lekuk Gurun Pasir Gaun Pengantin

Penulis: SITI RETNO WULANDARI Pada: Minggu, 11 Mar 2018, 05:20 WIB Pesona
Lekuk Gurun Pasir Gaun Pengantin

DOK JW MARRIOT HOTEL

TIPIS, transparan, tetapi terlihat indah bila dilekatkan pada badan. Lekukan bak gurun pasir dan aliran air meneduhkan mata saat melihatnya. Konsep itulah yang diusung Mety Choa, melalui gagasan Celestial Wilderness. Sebanyak 15 koleksi terbaru Mety Choa itu diikutsertakan pada Jakarta Wedding and Honeymoon Festival (JWHF) 2018. Ia sangat terinspirasi dengan keindahan alam, yang sulit didefi nisikan secara general. Gurun pasir, katanya, memang terlihat panas, tetapi tetap memiliki unsur keindahan. Gaun pengantin rancangan Mety, tidak didesain terlihat berat. Ia lebih memilih tampilan ringan, sederhana, tetapi tetap klasik.

“Saya ingin yang memakainya itu effortless,” katanya di Jakarta, beberapa waktu lalu. Ia mengaku banyak mengunakan teknik drape karena semua perempuan, menurutnya, memiliki sisi keindahan. “Dengan drape kita bisa buat perempuan terlihat sisi indah dan seksinya, jadi harus diimbrace. Lebih lanjut, Mety menjelaskan, tampilan seksi itu tidak selalu open semua. Seksi itu bisa dari siluet, dan perempuan perlu tahu keunggulan tubuh mereka. Adapun material yang digunakan adalah French lace, duchesse satin, sheer chiffon, coated organza, dan silk, yang memainkan padu padan tone warna bumi, gelap, hingga biru navy. Gaya busana sederhana itu tetap berkesan mewah dan anggun dengan taburan manik- manik, kristal teardrops Swarovski dan mutiara.

Dalam koleksinya kali ini, Mety menegaskan ada sedikit perubahan gaya mendesain semua gaun tersebut. Perubahan gaya itu sudah ia terapkan saat mengikuti gelaran Couture Fashion Week, New York. Saat itu Mety dengan rancangan gaun pengantinnya bertajuk Blanc juga menampilkan koleksi sederhana, tidak rumit, dan klasik. Selanjutnya, Mety ingin keliling Asia untuk mempresentasikan gaya mendesainnya yangingin terlihat sophisticated.

Eksplorasi karakter perempuan
Selain Mety, hadir pula Billy Tjong dalam ekshibisi JWHF 2018. Meski samasama terinspirasi dari keindahan alam, Billy lebih menekankan pada karakter pengantinnya. Melalui konsep Devine Beauty, ia ingin mengeksplorasi tiap-tiap karakter perempuan. Lembut seperti kelambu yang menjuntai. Namun, sekilas tampak pula seperti derasnya air terjun yang terpotret kamera.

Paduan warna tanah menampilkan kesan seakan karakter perempuan terrlihat indah meski tampil tertutup. Ada pula spektrum warna merah menyala, dengan aksen renda di atas, dan tampak seperti rok balerina selutut. Gaya tersebut lebih menampilkan keterbukaan sosok perempuan yang sporty, tetapi feminin. Dengan rancangan itu tentu membuat si pengantin lebih leluasa bergerak, dan cocok bagi perempuan berkarakter sporty, tetapi tidak menghilangkan sisi elegan busana pengantin. Satu lagi, masih mengandalkan renda sebagai aksen utama pada bagian atas. Namun, kali ini dengan pilihan warna utama putih khas busana pengantin. Renda berpadu dengan aksen jaring pada bagian kaki yang menutup hingga mata kaki.

Rancangan yang menghilangkan bagian lengan itu, menghadirkan kesan karismatik ala putri dongeng. Tiga dari rancangan Billy memang menampilkan spektrum karakter perempuan yang beragam. Ia ingin menghadirkan kecantikan dari berbagai karakter. “Kan ada perempuan yang mungkin ingin mewujudkan impian masa kecilnya seperti princess, ya pasti akan sayawakili dengan full gown.

Ada pula yang mungkin karakter perempuan tersebut sporty, pasti rancangannya gampang dan mungkin akan lebih mudah bila digunakan berlari atau mobile. Ada juga karakter perempuan pemalu, jadi lebih tertutup dan tidak terlalu terekspos secara berlebihan. Kembali ke soal personality si pengantinnya. Desainer tidak boleh memaksakan,” jelas Billy lagi.

Hadir dengan 18 koleksi, yang bernuansa floral, geometris garis, dan lingkaran, Billy juga lebih leluasa dalam merepresentasikan karakter perempuan lewat warna busana. Palet warna putih, tanah, hingga merah, ia presentasikan sebagai spektrum karakter kecantikan perempuan. Untuk materi yang ia gunakan, bukanlah sesuatu yang baru, seperti siffon, satin, tile, dan jala. “Bukan cuma nature, saya juga terinspirasi dari garis-garis bangunan, ada juga grafi s lingkaran,” pungkasnya. (X-7)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More