Keberagaman yang Diabstraksi

Penulis: (Abdillah M Marzuqi/M-2) Pada: Minggu, 11 Mar 2018, 02:41 WIB Weekend
Keberagaman yang Diabstraksi

MI/ABDILLAH M MARZUQI

SEKILAS ada yang unik dari judul lukisan itu. Empat ­Persegi (2016), begitu yang tertulis dalam keterangan karya. Namun, jika dilihat tidak ada bentuk persegi sekalipun. Meski di beberapa bagian kanvas terdapat garis hampir tegak lurus yang mengesankan unsur persegi. Tapi itulah yang menjadikan karya Richard Irwin Meyer menarik. Ia salah satu di antara sedikit seniman yang bersetia di jalan abstrak.

Kali ini dalam tajuk The ­Intimate Colors, Richard berpameran tunggal di Puri Art Gallery Jakarta pada 7-17 Maret 2018. Pameran ini dikuratori Argus FS. Richard Irwin Meyer mene­laah bahasa artistik Nusantara lalu menjadikannya sebagai landasan karya lukisannya. Richard memulainya dengan pengamatan langsung, ber­interaksi dengan masyarakat, dan mempelajari artefak-artefak budaya masyarakat Nusantara.

Lukisan Richard Irwin ­Meyer yang paling sederhana sekalipun beranjak dari gagasan bagaimana khazanah budaya Nusantara itu menjadi bagian dari lukisannya. ­Namun, lukisan Richard Irwin Meyer tetap saja bukan karya-karya representasional.
“Menariknya abstraksi sebagai metodologi,” terang Argus. Metoda abstraksi baru yang digunakan Richard Irwin Meyer menjadi landasan artistik berkarya. Abstraksi baru itu ditasbihkan sebagai metode penciptaan bahasa artistik abstrak melalui penyederhanaan bahasa rupa dengan ­kekhususan penggunaan teknik drawing sebagai pokok soal lain, tentunya, selain warna dan material.

Lukisan abstrak
Lukisan abstrak dalam pameran ini ialah semacam short overview dari sebuah bahasa rupa yang ditemukannya di dalam proses melukis. Menurut Argus, pecinta seni dan masyarakat umum dapat mengenal lebih dekat sekaligus menggali informasi lebih rinci tentang lukisan abstrak yang dibuat Richard Irwin Meyer.

Hal yang unik dan menarik dari pameran ini ialah sebuah fakta lukisan abstrak Richard Irwin Meyer cukup sulit direproduksi kamera fotografi karena material cat yang digunakan dan diramunya sulit dijangkau resolusi sebuah lensa kamera.
“Dengan demikian, meng­apresiasi lukisan-lukisan ­Richard Irwin Meyer semestinya dilihat oleh mata telanjang atau melihat lukisan secara fisik,” tegas Argus.

Bagi Richard Irwin Meyer, seni lukis ialah pencapaian hidup dan yang membuat dirinya menjadi seorang human melalui karya-karyanya. Ia ingin karyanya dilihat dan dinikmati sebagaimana pengetahuan publik seni tentang seni lukis. Menurutnya, lukisan-lukisannya lahir begitu saja di dalam proses kreatif sehari-hari di sebuah kampung di Yogyakarta.

“Abstraksi bagi sebagian banyak orang Indonesia memang tidak akrab benar, oleh karena pengalaman yang sangat terbatas pada persoalan abstraksi dalam karya dwimatra. Karena keterbatasan pengalaman itulah mereka melihat lukisan abstrak seperti lukisan dekoratif untuk kebutuhan desain interior,” kata Richard Irwin Meyer. (Abdillah M Marzuqi/M-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More