Secangkir Seni dan Amal

Penulis: (Rin/M-4) Pada: Minggu, 11 Mar 2018, 00:19 WIB Weekend
Secangkir Seni dan Amal

MI/THALATIE

SECANGKIR kopi tidak semata mengandalkan rasa, tapi juga seni. Seni tanpa meninggalkan rasa itu yang menjadi tema minuman pada Maret ini, yakni Art in aCup. Keindahan dan cita rasa espreso itu dihadirkan dalam empat jenis minuman, caramel cream frappucino affogato style, caramel macchiato, vanila sweet cream cold brew, dan iced matcha & espresso fusion.

“Espresso coffee been bisa terlihat dramatis dan fantastik tanpa meninggalkan cita rasa,” ujar Direktur Starbucks Indonesia Anthony Cottan di Oakwood, Mega Kuningan, Selasa (6/3). Permainan warna dalam layer dalam minuman berukuran tall seharga Rp35 ribu ini memang menarik perhatian. Pengunjung dapat melihat lapisan dari espreso, seperti matche espresso fusion itu terlihat lapisan espreso, susu, dan matcha yang bertumpuk engan manis.


Setelah diaduk, rasanya espresonya langsung terasa dengan sedikit sentuhan rasa matcha. Tidak hanya minuman itu, bulan ini Starbucks menghadirkan biji kopi Sumatra seharga Rp95 ribu. Aroma kopi yang kuat dengan rasa full body yang earthy,
herlbal, dan spice terasa saat dicicipi.

Selain minuman ini terasa ringan dan tidak terlalu asam, minuman ini sangat pas bila disandingkan dengan sumatra bean hand crafted cookies. Rasa manis cokelat memberikan warna yang berbeda. Di samping itu, hidangan ini memiliki pesan khusus. Dalam kampanye kali ini dari 10 gelas yang terjual, disumbangkan untuk menanam satu pohon kopi di Sumatra. Selain itu 10% penjualan dari kemasan kopi biji Sumatra akan disumbangkan untuk kesejahteraan warga di lingkungan perkebunan kopi di Sumatra, termasuk perbaikan fasilitas sekolah hingga tempat tinggal warga. (Rin/M-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More