Pesawat Airfast Mendarat Darurat di Laut Batam, Penumpang Selamat

Penulis: Antara Pada: Sabtu, 10 Mar 2018, 17:03 WIB Nusantara
Pesawat Airfast Mendarat Darurat di Laut Batam, Penumpang Selamat

Ist

PESAWAT Airfast mendarat darurat di laut tidak jauh dari lokasi rekreasi keluarga Ocarina Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, sekitar pukul 13.20 WIB diduga akibat gear landing tidak berfungsi.

Direktur Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Internasional Hang Nadim Batam, Suwarso, di Batam, Sabtu (10/3), mengatakan, pesawat charter tersebut bertolak dari Pulau Bawah Kabupaten Anambas tujuan Bandara Hang Nadim Batam.

"Sebelum melakukan pendaratan darurat sudah dicoba untuk melakukan perbaikan, tapi tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat," katanya.

Karena tidak menemukan jalan keluar, sang pilot, kata Suwarso, mencari alternatif tempat terdekat untuk mendarat.

Menurut Suwarso, pilot menyampaikan bahwa ada dua tempat yang akan dituju melalui menara pengawas udara atau Air Traffic Control (ATC) yaitu Ocarina dan Marina di Sekupang. Setelah melihat dari ketinggian, pilot, lanjut Suwarso, memilih untuk mendarat di Ocarina.

"Dengan alasan tidak terlalu ramai dan ada teluk sehingga bisa masuk ke dalam apabila ada ombak besar," katanya.

Pesawat Airfast tersebut, kata Suwarso, merupakan jenis amfibi dan bisa melakukan pendaratan di air.

"Dia mendarat di Ocarina sekitar pukul 13.20 WIB," katanya.

Saat kejadian, kata Suwarso, pesawat itu membawa sekitar 10 penumpang dan dua kru.

Seluruhnya, kata Suwarso, bisa divakuasi dan selamat. Saat ini, lanjut Suwarso, setelah semuanya kembali normal pesawat Airfast diminta langsung terbang menuju Bandara Hang Nadim.

"Base-nya memang di Hang Nadim dan tadi test egine, setelah clear kita minta langsung ke Hang Nadim untuk melakukan pengecekan secara menyeluruh," ujarnya.

Suwarso menambahkan pesawat Airfast tersebut sudah dua bulan beroperasi dengan rute Hang Nadim-Pulau Bawah. Saat ini, katanya seluruh penumpang sudah bertolak ke Singapura.

"Penumpang ada ada dari beberapa negara seperti Singapura, Australia, Amerika dan ada sebagian dari Afrika dan mereka semuanya berkumpul di Singapura," ujarnya. (OL-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy meminta sekolah untuk melakukan pengecekan surat keterangan tidak mampu (SKTM) dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). Hal itu dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan SKTM agar diterima di sekolah negeri. Pasalnya, dalam Permendikbud 14/2018 tentang PPDB disebutkan kuota minimal untuk siswa tidak mampu sebanyak 20%. Apakah Anda setuju pihak sekolah harus melakukan pengecekan dan tidak langsung menerima begitu saja SKTM tanpa verifikasi ke lapangan?





Berita Populer

Read More