Koloni Penguin Adelia Ditemukan di Kepulauan Danger

Penulis: Gurit Ady Suryo Pada: Sabtu, 10 Mar 2018, 13:15 WIB Teknologi
Koloni Penguin Adelia Ditemukan di Kepulauan Danger

AFP

BARU-BARU ini para ilmuwan dikejutkan dengan penampakan koloni terbesar penguin Adelie yang tidak pernah diketahui sebelumnya. Keberadaan mereka tersembunyi di kepulauan terpencil bernama Danger Islands, Antartika Timur.

Ada lebih dari 750 ribu pasang penguin yang hidup di pulau itu atau berkisar 1,5 juta ekor. Jumlah itu lebih besar daripada gabungan penguin di Semenanjung Antartika, seperti diberitakan Science Alert, Sabtu (3/3).

Sebelumnya para ahli biologi mengungkapkan selama 40 tahun terakhir, jumlah penguin Adelie (Pygoscelis adelia) terus menurun. Penguin ini merupakan salah satu dari tiga spesies dalam genus pygoscelis. Mereka memiliki panjang 25 inci (70 cm) dan berat antara 4-5,5 kilogram. Penguin Adelie dikenal hidup berkelompok dalam komunitas besar yang disebut koloni.

Berdasarkan keterangan Organisasi Lingkungan Dunia (WWF), populasi Adelie telah menurun lebih dari 65% dalam 25 tahun terakhir. Ancaman terbesar mereka ialah terkikisnya habitat akibat perubahan iklim karena Adelie hanya mampu bertahan di hawa sangat dingin. Pemanasan global disalahkan atas melelehnya es laut.

Bukan hanya itu, ilmuwan Prancis juga pernah mengungkap antara 2010-2017 terjadi bencana pembiakan, yaitu ribuan anak penguin mati akibat kelaparan massal.

Terbatasnya ketersediaan mangsa jadi penyebab. Lautan es yang luar biasa tebal memaksa para induk penguin mencari makan ke tempat jauh. Sumber makanan utama Adelie ialah hewan-hewan kecil laut, seperti udang, ikan, dan cumi-cumi.

Jadi, tak mengherankan betapa kagetnya tim ilmuwan ketika menemukan sejumlah besar koloni penguin yang sebelumnya tidak diketahui ternyata memenuhi Laut Weddell, sisi timur Semenanjung Antartika.

Awal mula ditemukan
Dilansir dari Science Daily, kisah berawal pada 2014. Kala itu Heather Lynch, profesor ekologi & evolusi di Stony Brook University bersama rekannya dari NASA melihat sesuatu yang menarik dalam citra satelit NASA. Mereka menemukan kotoran penguin yang disebut guano dalam jumlah banyak. Itu mengisyaratkan adanya sejumlah besar penguin misterius.

Untuk memastikan data, sekaligus menghitung penguin secara langsung, Lynch mengajak ilmuwan lain dari Woods Hole Oceanographic Institution (WHOI), Louisiana State University, Northeastern University, dan Oxford University mengadakan ekspedisi ilmiah.

Pada 2015, mereka berhasil sampai ke sana. Tim periset menemukan ratusan ribu keluarga penguin bersarang di tanah berbatu dan segera menghitung jumlahnya dengan tangan. Agar lebih akurat, mereka juga menggunakan pesawat nirawak komersial yang telah dimodifikasi untuk mengambil gambar pulau secara keseluruhan dari atas. Ternyata, totalnya ada 751.527 pasang penguin.

Lewat temuan, periset menyimpulkan, jumlah penguin di Kepulauan Danger memberikan wawasan bukan hanya pada dinamika populasi penguin, melainkan juga dampak perubahan suhu dan es laut pada ekologinya.

Selain itu, temuan ini menjadi tolok ukur berharga bagi perubahan penelitian masa depan untuk memahami mengapa ada lebih banyak penguin di sisi timur Antartika jika dibandingkan dengan sisi barat, apakah terkait dengan melimpahnya kondisi es laut di sana, ketersediaan makanan, atau sesuatu yang saat ini belum diketahui.

Dikutip dari The Guardian, Rod Downie dari WWF berkomentar, "Penemuan menarik ini menunjukkan kepada kita betapa masih banyak yang harus dipelajari tentang spesies es yang menakjubkan dan ikonis ini, tapi ini juga memperkuat urgensi untuk melindungi perairan Antartika dari ancaman ganda penangkapan berlebih dan perubahan iklim."

Lebih dari itu semua, temuan yang digadang sebagai perkembangan besar bagi ilmuwan kutub itu juga memberikan pelajaran penting agar kita tak lagi abai pada sekitar. Nyatanya selama ini spesies yang perlahan menghilang masih ada, tapi kita tak tahu. Kita harus mau berusaha melakukan perbaikan.

(AFP/The Guardian/Science Daily/national geographic/L-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

TEKA-teki kontestan Pilpres 2019 terkuak sudah. Joko Widodo akhirnya memilih Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin sebagai cawapres sedangkan Prabowo Subianto berpasangan dengan Sandiaga Uno. Mereka saat ini tengah melengkapi persyaratan dan akan mendatangi KPU pada Jumat (10/8) di batas akhir pendaftaran Capres/Cawapres 2019. Dari dua pasangan itu, siapa pilihan Anda?





Berita Populer

Read More