Tiga Pestisida Dilarang Digunakan di Eropa

Penulis: Desi Yasmini Siregar Pada: Sabtu, 10 Mar 2018, 13:45 WIB Teknologi
Tiga Pestisida Dilarang Digunakan di Eropa

Sumber: French Agriculture Ministry, ANSES, Ineris, Greepeace, University of Bem/Foto: AFP/Grafis: Tim MI

TIGA jenis pestisida dilarang digunakan di Uni Eropa. Ketiga jenis pestisida tersebut ialah clothianidin, imidacloprid, dan thiamethoxam.

Badan pengawas makanan pangan Eropa, European Food Safety Authority (EFSA), mengumumkan Rabu (7/3) ketiga jenis pestisida yang mengandung struktur kimia nikotin (neonikotinoid) itu menyerang sistem saraf hama serangga dan menimbulkan risiko menurunnya populasi lebah.

Lebah membantu dalam 90% proses penyerbukan tanaman utama di dunia. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, keberadaannya terancam oleh berbagai faktor. Salah satunya pestisida.

Beberapa hari lalu EFSA menyerukan untuk melarang penggunaan pestisida yang mengandung neonicotinoid ini.

“Secara keseluruhan, risiko terhadap tiga jenis lebah yang telah kami uji dikonfirmasi,” kata Jose Tarazona, Kepala Unit Pestisida EFSA. Pada hari yang sama, Komisi Eropa bahkan menegaskan perlindungan terhadap lebah menjadi tujuan utama mereka saat ini dan melarang penggunaan luar ruangan dari tiga jenis neonicotinoid tersebut.

Sebetulnya pada 2013 Uni Eropa telah mengumumkan untuk membatasi penggunaan tiga jenis neonicotinoid itu sebagai bagian dari upaya untuk melindungi lebah.

Neonicotinoid merupakan insektisida kelas baru yang merupakan sintetis dari turunan nikotin. Neonicotinoid menargetkan sistem saraf serangga, mengikat reseptor nikotinnya, dan mengganggu pengiriman impuls saraf.

Cemaran pestisida jenis apa pun memang berbahaya apabila terkonsumsi oleh manusia, tapi neonicotinoid memiliki perbedaan dengan pestisida jenis lain, yaitu sifatnya yang relatif sulit dihilangkan. Tidak seperti pestisida lain yang tetap berada di permukaan dedaunan, neonicotinoid diserap tanaman dari fase benih dan diangkut ke daun, bunga, akar, dan batang. Insektisida ini akan menjadi residu pada bahan pangan dan tidak akan hilang melalui pencucian. Residu ini juga tidak dapat dimusnahkan secara cepat dan tidak mengalami perubahan selama proses pengolahan.

Jenis pestisida ini telah banyak digunakan selama 20 tahun terakhir dan dirancang untuk mengendalikan serangga yang mengonsumsi makanan, seperti kutu daun dan belatung. Penggunaan neonicotinoid ini memang efektif dalam melawan hama, tapi eksposur yang berlebih pada bahan pangan dan apabila terkonsumsi oleh manusia akan berpotensi sebagai racun.

Produsen membantah
Dua raksasa produsen bahan kimia yang terpengaruh oleh pembatasan itu, yaitu Swiss Syngenta dan Bayer of Germany, menantang EFSA di pengadilan UE.

Bayer mengatakan, pihaknya tidak setuju dengan panduan EFSA yang diperbarui tentang pestisida yang mereka produksi. Asosiasi Perlindungan Tanaman Eropa atau badan perdagangan produsen pestisida mengatakan dengan tindakan yang tepat, risiko yang ditimbulkan pestisida mestinya dapat dikelola. (AFP/dys/L-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More