Kompetisi para Cungpret Mengundurkan Diri

Penulis: Ferdian Ananda Majni Pada: Sabtu, 10 Mar 2018, 13:30 WIB Humaniora
Kompetisi para Cungpret Mengundurkan Diri

MI/Seno

KOMPETISI sengit terjadi di sebuah kantor konsultan di Jakarta. Pesertanya ah para cungpret alias kacung kampret. Yang mereka buru bukanlah penghargaan pegawai terbaik, jabatan tertinggi, atau bonus terbesar, melainkan taruhan untuk segera resign!

Cungpret #1: Alranita
Pegawai termuda yang tertekan akibat perlakuan semena-mena sang bos.

Cungpret #2: Carlo
Pegawai yang baru menikah dan ingin mencari pekerjaan dengan penghasilan lebih tinggi.

Cungpret #3: Karenina
Pegawai senior yang selalu dianggap tidak becus tapi terus-menerus dijejali proyek baru.

Cungpret #4: Andre
Pegawai senior kesayangan sang bos yang berniat resign demi menikmati kehidupan keluarga yang lebih normal dan seimbang.

Sang Bos: Tigran
Pemimpin genius, misterius, dan arogan, tapi dipercaya memimpin timnya pada usia yang masih cukup muda.

Resign, merupakan sebuah kata tabu dan diinginkan di sebuah perusahaan konsultan di Jakarta. Tabu karena haram diucapkan keras-keras di hadapan Bos Tigran dan terjadi nyaris di setiap pembicaraan The Cungpret yang beranggotakan, Alranita, Carlo, Karenina, dan Andre.

Resign sebenarnya tidak sulit dilakukan. Namun kalau kamu memiliki bos yang punya radar dan insting sangat kuat seperti Tigran, dia tidak akan membiarkan satu pun lolos dalam setiap interview kerja. Semua usahamu akan terbaca olehnya.

Demi bisa keluar dari kung­kungan bos Arogan, The Cungpret pun bertaruh untuk memotivasi diri sendiri dalam kompetisi Cungpret pertama resign. Namun, entah kenapa, segala usaha resign mereka gagal! Pertanyaannya, apa yang akan Cungpret lakukan dan siapakah yang akan memenangi taruhan?

Usaha tak pernah mengkhia­nati hasil. Begitulah yang dialami penulis kelahiran 1990 itu. Almira Bastari telah menunggu sembilan tahun lamanya. Selama itu penerbit selalu menolak karyanya untuk diterbitkan menjadi buku. Sebaliknya, sebagai karya penulis pemula, kini 2 buku yang telah ia tulis menjadi best seller.

Pada 2 Januari 2018, Almira merilis novel pertamanya berjudul Melbourne (Wedding) Marathon. Selanjutnya, Resign! menyusul dengan cetakan pertama 800 eksemplar terjual habis. Begitu juga cetakan kedua, 800 eksemplar pun tidak tersisa. Saya pun harus menunggu cetakan ketiga di Februari untuk memiliki novel ini.

Untuk novel Resign! Almira menunggu lama respons dari penerbit, ia pun iseng cari tahu tentang Wattpad. Kemudian mengunggah naskahnya ke aplikasi gawai pintar asal Kanada itu. Tak disangka, respons pembaca pun luar biasa.

Tema komedi
Dua karya buku milik Almira memang memotret dan menangkap realitas yang ada di sekitar kita. Ia begitu jeli, merangkulnya dan memaparkannya dalam karya fisik yang mampu mengadu-adu emosi kita, sedih, senang hingga terpingkal-pingkal dibuatnya.

Membaca novel ini memang sangat terhibur, judul di setiap babnya juga sangat nyeleneh dan lucu, seperti Radar Kelas Kakap, Arisan Ala Cungpret, Geli Pakai Banget, dan Domba Beradu.

Begitu juga beberapa quotes yang diselipkan pada setiap bab. Seperti quotes, “Bos juga manusia, tetapi manusia yang duitnya lebih banyak dari kaum cungpret,” dan “Hanya anak buah yang wajib lapor. Sementara kalu bos tahu, anak buah belum tentu tahu”.

Jika karya pertamanya berbicara tentang dua pasangan yang jatuh cinta, lalu putus dan pelbagai kisah romantis di Melbourne, karya keduanya, Resign!, justru lebih mengusung tema komedi dengan realitas yang terjadi saat ini.

Resign! mengangkat tema yang sangat dekat dengan kehidupan para pekerja kantoran. Pahit manis­nya dunia kerja juga diwakilkan dengan penggambaran tokoh-tokohnya. Mengambil latar sebuah perusahaan konsultan di Jakarta, dengan dua tokoh utama seorang pimpinan dan karyawannya.

Alranita, sebagai aku menjadi tokoh utama ialah karyawan kantoran biasa atau biasa disebut cungpret yang berkeinginan untuk resign karena tidak tahan dengan sikap bosnya.

Selain itu, sang bos yang ganteng dan tajir, Tigran, menjadi sosok antagonis sepanjang cerita dalam novel ini. Perilaku semena-mena terhadap bawahannya, galak, arogan, dan perfeksionis memang membuat siapa saja yang bekerja dengannya tak bertahan lama.

Di balik itu, ia lelaki yang mapan dan belum menikah. Seisi kantor acap menjadikannya bahan gosip, mulai ia dianggap sebagai penyuka sesama jenis hingga diduga ia telah menduda akibat MBA, married by accident.

Tidak ta­han dengan sikap sang bos, Alranita bersama cungpret satu timnya sepakat membuat taruhan dengan hukuman siapa pun cungpret yang paling terakhir mengundurkan diri akan mentraktir yang lainnya di restoran paling mahal. Nah, kekonyolan-kekonyolan pun terjadi tatkala mereka berlomba memenangi taruhan itu.

Dalam penokohan, lulusan ITB ini menampilkan tokoh-tokoh tipikal karya­wan kantoran biasanya. Ada atasan laki-laki yang arogan, karyawan yang pekerjaannya bagus namun selalu diremeh­kan, dan karyawan ke­sayangan bos.

Lima tokoh yang sering muncul pun membuat dialog-dialog dalam novel ini terasa cerdas, bahasanya sangat ringan, segar dan mudah untuk dipahami. Apalagi, pembaca telah diperkenalkan dengan karakter-karakter mereka yang mendukung dibuat cerita dengan sentuhan humor. Almira begitu ciamik dan lihai memadukan semua unsur itu dalam karya terbarunya. (M-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More