Paham Intoleransi di Medsos Incar Anak Muda

Penulis: Richaldo Y Hariandja Pada: Jumat, 09 Mar 2018, 22:59 WIB Politik dan Hukum
Paham Intoleransi di Medsos Incar Anak Muda

thinkstock

PENYEBARAN hoaks dan ujaran kebencian di media sosial menyasar kalangan pemuda. Untuk itu dibutuhkan upaya untuk menumbuhkan sifat kritis pada anak muda.

“Literasi adalah salah satu cara yang efektif, dan dengan menulis maka bisa terlihat pemikiran dari mereka terhadap isu ini,” ucap Direktur Institut Demokrasi dan Kesejahteraan Sosial (Indeks) Nanang Sunandar saat ditemui dalam Malam Penganugerahan Lomba Esai Intoleransi dan Ekstrimisme di Indonesia, Jakarta, Jumat (9/3).

Untuk itulah, Indeks, Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat serta platform blogging qureta.com mengadakan kampanye khusus pengarusutamaan Kampanye Narasi Kontra-Terorisem Berbasis Literasi Digital. Puncaknya, dipilih 10 orang penulis esai terbaik yang mampu mengangkat isu toleransi dan ekstrimisme.

Menurut Nanang, dirinya optimistis pesan yang disampaikan dalam ajang tersebut tersampaikan. Bahkan, terlihat masih banyak anak muda yang mengkritisi intoleransi yang terjadi di sekitarnya.

“Setidaknya kita tahu bahwa anak muda kita bersikap kritis,” ucap dia. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More