Tidak Becus Bekerja, Wali Kota Bolivia Dipasung

Penulis: Irene Harty Pada: Jumat, 09 Mar 2018, 10:15 WIB Internasional
Tidak Becus Bekerja, Wali Kota Bolivia Dipasung

Warga menonton Wali Kota San Buenaventura, Javier Delgado, yang dipasung selama satu jam di San Buenaventura, sebuah kota kecil di utara Bolivia, Minggu (25/2/2018)---RADIO FIDES/ODDITY CENTRAL

DI kebanyakan negara, termasuk Indonesia, satu-satunya cara untuk menghukum politisi karena tidak becus bekerja dengan benar ialah dengan tidak memilih mereka dalam pemilihan berikutnya. Namun, sangat berbeda dengan Bolivia, mereka menerapkan tindakan yang disebut ‘keadilan sosial’.

Rakyat San Buenaventura, sebuah kota kecil di Bolivia Utara, baru-baru ini memanfaatkan hak konstitusional mereka untuk keadilan sosial dengan memasung wali kota mereka, Javier Delgado, di peternakan selama satu jam. Itu merupakan cara mereka untuk menyampaikan ketidakpuasan mereka dengan pelayanannya.

Foto-foto wali kota yang dipermalukan itu viral di media sosial dan berita Amerika Selatan. Di foto-foto tersebut terlihat Delgado duduk di tanah dengan satu kaki terjebak dalam perangkat penahan abad pertengahan serta dikelilingi warga kota yang marah.

Seperti dilansir laman Oddity Central, peristiwa tersebut terjadi pada 25 Februari lalu. Wali Kota Javier Delgado seharusnya hadir untuk meresmikan sebuah jembatan yang dibangun dengan dana negara bagian dan kota. Namun, banyak orang yang hadir ternyata bukan untuk mendukungnya, melainkan menghukumnya.

Tanpa penjelasan alasan hukuman, mereka hanya meraih Delgado dan memasukkannya ke dalam stok kayu.

“Mereka bahkan tidak memberi saya kesempatan untuk mencari tahu alasan hukuman ini. Tapi saya tidak melakukan perlawanan karena mengetahui risikonya makin besar,” katanya kepada surat kabar La Razon.

Tak lama kemudian, mereka memberinya kesempatan untuk menjelaskan hingga mereka pun meminta maaf karena telah dimanipulasi dan salah informasi oleh ‘orang-orang ini’.

‘Orang-orang ini’ diartikan Delgado sebagai musuh politiknya dan pengusaha lokal yang mencoba melemahkan kinerjanya selama dua tahun pelayanan kepada masyarakat.

Dia menyebut ‘orang-orang ini’ ialah bawahan perusahaan transportasi dan penebangan kayu, yang kepentingannya telah terpengaruh beberapa kebijakannya.

Namun, Daniel Salvador, penduduk asli San Buenaventura, mengatakan kepada Radio Fides Delgado telah dihukum karena tidak memenuhi komitmennya kepada masyarakat setempat.

Delgado dianggap berbohong kepada mereka dan tidak menjadikannya prioritas saat mereka meminta audiensi.

Keadilan sosial tersebut sebenarnya ialah kali ketiga yang dihadapi Delgado selama dua setengah tahun jabatannya.

Pertama kali, dia dimasukkan ke dalam peternakan hanya beberapa bulan setelah menjabat lalu kedua kali saat anggota komunitas mengambil alih kantornya dan menjauhkannya selama dua bulan penuh.

Delgado yang ketakutan melarikan diri ke kota tetangga sampai sebuah komisi otoritas adat mengakhiri konflik tersebut.

“Saya ialah satu dari sedikit orang di seluruh negeri yang telah mengalami hukuman tradisional ini,” keluh Delgado.

Keadilan sosial masuk konstitusi negara pada 2009, walaupun hanya kasus kejahatan ringan, seperti melanggar hak milik pribadi atau pencurian ternak. Kejahatan serius masih harus dirujuk ke pengadilan. (I-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More