Perkuat Hubungan Antaragama

Penulis: Liliek Dharmawan Pada: Jumat, 09 Mar 2018, 10:07 WIB Pilkada
Perkuat Hubungan Antaragama

ANTARA FOTO/R. Rekotomo

PASANGAN calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur Ganjar Pranowo-Taj Yasin Maimoen Jawa Tengah (Jateng) siap untuk memperkuat hubungan antaragama di provinsi setempat. Selain itu, pendidikan keagamaan bakal ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya.

''Salah satu yang menjadi fokus kami ialah pendidikan keagamaan. Program pendidikan keagamaan akan kita tingkatkan kualitas dan kuantitasnya, termasuk kita ingin menjalin hubungan antarumat beragama. Kita jaga betul itu,'' ujar Gus Yasin saat berada di Purwokerto dalam acara silaturahim dengan sejumlah kiai, Rabu (7/3) malam.

Menurutnya, potret toleransi antaragama di Jateng sudah berjalan dengan baik dan kuat. Salah satu contohnya ialah di Lasem, Rembang, di Tegal wilayah pantura. Demikian juga dengan Banyumas dan sekitarnya.

Selama di Banyumas, Gus Yasin mengunjungi 14 titik simpul, mulai pondok pesantren, kiai NU, tokoh agama lain, tokoh masyarakat, relawan, dan partai pengusung.

''Saya datang untuk menyosialisasikan visi dan misi bersama Pak Ganjar. Saya bersama Pak Ganjar akan menyelesaikan program-program yang belum rampung. Jadi, pemimpin itu harus ada kesinambungan. Perkara-perkara yang baik kita teruskan dan yang kurang baik kita perbaiki.''

Histeris

Di Pasar Karangayu, Kota Semarang, sejumlah pedagang histeris karena dapat melihat dari dekat sekaligus berinteraksi langsung dengan Ganjar Pranowo.

"Pak Ganjar," kata Hikmah, 35, pedagang ikan asin ketika mengetahui kedatangan Ganjar.

Bersama dengan para pedagang pasar yang lain, Hikmah langsung meninggalkan dagangannya dan menerobos puluhan orang yang mengerumuni Ganjar.

Begitu dekat, Hikmah langsung mencubit dua pipi Ganjar dengan kedua tangannya sambil histeris. "Gemes, Pak, semoga anak saya nanti ganteng, putih, 'dhuwur' (tinggi), kayak Pak Ganjar," ujar Hikmah yang mengaku sedang ikut program hamil itu.

Warga Jalan Kenconowungu Tengah, Semarang Barat, itu mengaku sebagai penggemar berat Ganjar. Apalagi, kedatangan Ganjar di Pasar Karangayu didampingi istrinya, Siti Atikoh.

Pedagang buah, Utami, 30, mengungkapkan, jarang ada pejabat yang blusukan ke pasar naik sepeda.

"Pak Ganjar juga peduli dengan nasib pedagang, saya dan teman-teman ditanya kondisi pasarnya bagaimana, apakah dagangan laku atau tidak," katanya sambil merapikan dagangannya.

Kedatangan Ganjar beserta istrinya ke Pasar Karangayu itu membuat suasana pasar semakin riuh. Para pedagang dan warga berebut salaman dan berswafoto.

Ganjar mengaku kebiasaannya datang langsung ke pasar-pasar tradisional itu untuk menjaring aspirasi langsung masyarakat serta melihat kondisi sebenarnya di lapangan.

Pasar Karangayu, menurut Ganjar, sudah selayaknya segera diperbaiki karena kondisinya yang kotor dan becek, terutama saat musim hujan.

"Sebagian pedagang tadi laporan minta pasar segera dibangun. Saya akan sampaikan ke Pak Wali Kota Hendrar Prihadi karena kalau becek menjadi tidak nyaman," ujarnya.

Ganjar mengatakan pasar tradisional harus dikelola secara modern di antaranya dengan manajemen pasar, sistem kebersihan, saluran air dan pembuangan sampah, serta alur keluar masuk barang.

Ganjar-Taj Yasin maju didukung PDIP, NasDem, PPP, Hanura, Golkar, dan Demokrat.(P-2)

#PILKADA

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy meminta sekolah untuk melakukan pengecekan surat keterangan tidak mampu (SKTM) dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). Hal itu dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan SKTM agar diterima di sekolah negeri. Pasalnya, dalam Permendikbud 14/2018 tentang PPDB disebutkan kuota minimal untuk siswa tidak mampu sebanyak 20%. Apakah Anda setuju pihak sekolah harus melakukan pengecekan dan tidak langsung menerima begitu saja SKTM tanpa verifikasi ke lapangan?





Berita Populer

Read More