Kim Jong Un Diagendakan Bertemu Trump Bulan Mei

Penulis: Irene Harty Pada: Jumat, 09 Mar 2018, 10:14 WIB Internasional
Kim Jong Un Diagendakan Bertemu Trump Bulan Mei

AFP/KCNA VIA KNS/JIM WATSON

PRESIDEN Korea Utara (Korut), Kim Jong Un dan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump telah setuju untuk bertemu dan mengamankan kesepakatan penghapusan senjata nuklir dari semenanjung Korea, menurut pejabat AS dan Korea Selatan (Korsel) pada Kamis (8/3).

"Saya mengatakan kepada Presiden Trump bahwa pada pertemuan kami pemimpin Korut, Kim Jong Un berkomitmen untuk melakukan denuklirisasi," kata Penasihat Keamanan Nasional Korsel, Chung Eui-yong saat datang ke Washington.

Dia menambahkan bahwa Kim berjanji Korut akan menahan diri dari tes nuklir atau rudal lagi. "Dia mengerti bahwa latihan rutin militer bersama rutin antara Republik Korea dan AS harus dilanjutkan dan dia menyatakan keinginannya untuk bertemu Presiden Trump sesegera mungkin," lanjutnya.

Trump menghargai tawaran tersebut dan mengatakan pertemuan akan terjadi pada Mei untuk mencapai denuklirisasi permanen. Lebih spesifik, pejabat Korsel menyebut perundingan akan berlangsung ‘pada akhir Mei’.

Juru Bicara Trump, Sarah Sanders mengkonfirmasi Trump akan menerima undangan untuk bertemu dengan Kim Jong Un di suatu tempat dan waktu yang akan ditentukan.

"Kami menantikan denuklirisasi Korea Utara. Sementara itu, semua sanksi dan tekanan maksimal harus tetap ada," tambah Sanders.

Korut ditempatkan di bawah rezim sanksi internasional yang ketat, yang didukung oleh resolusi Dewan Keamanan PBB dan oleh Tiongkok sebagai satu-satunya sekutu mereka.

Sebelumnya, Kamis (8/3), Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi juga dengan hati-hati menyambut baik terobosan tersebut dan mendorong dialog lebih cepat dilakukan. Namun para pejabat berpandangan negosiasi mungkin masih jauh. (AFP/OL-7)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More