Phinisi Wonderful Indonesia Kembali Berlayar di ITB Berlin 2018

Penulis: Micom Pada: Kamis, 08 Mar 2018, 13:21 WIB Internasional
Phinisi Wonderful Indonesia Kembali Berlayar di ITB Berlin 2018

Ist

KEMENTERIAN Pariwisata melalui Wonderful Indonesia kembali berpartisipasi dalam Internationale Tourismus Borse (ITB) Berlin, Jerman. Desain Kapal Phinisi pun kembali mewarnai Paviliun Wonderful Indonesia pada pameran pariwisata yang berlangsung 7 hingga 11 Maret itu.

“ITB Berlin adalah momentum yang tepat. Ini adalah pameran pariwisata terbesar di dunia, semua negara tampil all out di ITB Berlin. Semua saling berlomba menawarkan produk destinasinya,” kata Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya, di Berlin, Rabu (7/3).

“Ketika semua pelaku pariwisata dunia berkumpul di satu tempat, ini momentum untuk menunjukkan eksistensi Wonderful Indonesia,” sambungnya.

Di ITB Berlin, Menpar RI hadir bersama dengan 169 pelaku industri pariwisata, dan perwakilan daerah yang ikut menjadi peserta. Arief didampingi Deputi Pengembangan Pemasaran II Kemenpar, Nia Niscaya dan Stafsus Menpar Bidang Komunikasi, Don Kardono.

Tahun ini, tema yang diangkat paviliun Indonesia adalah 'Maritim, Keanekaragaman Bali, dan Budaya'. Konsep yang ditampilkan sangat keren dan elegan.

Kemegahan Kapal Phinisi dipadukan dengan arsitektur tradisional Bali, berupa Bale Kulkul dan Gapura Candi Bentar yang begitu menonjol di pameran tersebut.

Pemilihan Phinisi juga bukan tanpa sebab. Phinisi sebagai ikon Wonderful Indonesia telah mendunia. Phinisi selalu tampil gagah di setiap branding Wonderful Indonesia. Konsistensi Phinisi akan memperkuat imej Indonesia yang kaya akan potensi bahari.

Kehadiran Paviliun Wonderful Indonesia di ITB Berlin selalu diperhitungkan. Terbukti, dua tahun berturut-turut Wonderful Indonesia memperoleh predikat The Best Exhibitors Award 2016 dan 2017, kategori Asia, Australia, dan Oceania.

Pada 2017, Indonesia mengalahkan pesaing terdekatnya, 'Imagine' milik Korea Selatan yang tampil glamor dengan teknologi canggihnya dan menjadi nomor dua. Juga menyisihkan 'Amazing' Thailand yang tampil dengan baharinya dan berada di posisi tiga.

Sedangkan 2016, Bendera Merah Putih tampil di panggung ITB Berlin sebagai The Best Exhibitor 2016, juga dengan mengalahkan 'Imagine' Korsel dan 'Incredible' India (nomor 3), diikuti Maladewa, Sri Lanka, dan Filipina.

Itu bukti booth karya Kemenpar RI selalu menyisihkan 10.000 exhibitor dari 187 negara. Dan tahun ini, Wonderful Indonesia kembali ditargetkan menjadi juara.

"Targetnya juara lagi. Kami ingin juara dunia lagi. Juara 5 benua, 187 negara, dan menjadi Best of The Best," cetus Menpar.

Menurut mantan Dirut PT Telkom ini, juara di Berlin harus dikejar untuk meningkatkan faktor 3C, yakni calibration, confidence, dan credibility. Calibration, kata Arief, ialah menggunakan standar global untuk menjadi pemain global, sehingga harus tampil maksimal.

“Karena kita tahu, sedang bersaing dengan negara lain di dunia. Maka, kita harus mengikuti kriteria yang mereka gunakan, lalu dikalibrasikan, menciptakan produk yang rujukannya standar dunia,” jelasnya.

Juara juga dibutuhkan untuk menaikkan confidence level atau tingkat kepercayaan diri sebagai bangsa besar, yang mampu bersaing di industri kreatif.

Confidence ini penting, untuk meyakinkan kepada diri kita dan bangsa kita sendiri, bahwa kita bisa unggul di sini, di pariwisata. Kita juara. Kita nomor satu, dengan standar penilaian yang sama,” ungkap Menpar.

Kalau confidence, lanjut dia, bermakna lebih ke dalam, internal, bangsa sendiri. Adapun credibility atau kredibilitas itu lebih ke luar, percaya diri, pede, tidak minder, tidak inferior, dan terpercaya.

“Ini yang menaikkan value, mengangkat nilai tawar. Kemenangan itu menaikkan kredibilitas industri wisata di Indonesia. Jika sudah juara, value-nya naik, maka harganya pun bisa dijual lebih mahal," pungkasnya. (RO/OL-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More