Tanggul Raksasa Cegah Sampah Jakarta ke Laut

Penulis: (Aya/J-2) Pada: Jumat, 09 Mar 2018, 07:29 WIB Megapolitan
Tanggul Raksasa Cegah Sampah Jakarta ke Laut

MI/Fetry Wuryasti

MANTAN Menteri Lingkungan Hidup Emil Salim menilai tanggul Giant Sea Wall (National Capital Integrated Coastal Development/NCICD) dapat menghalangi masuknya sampah dari 13 sungai Jakarta ke laut. Sampah-sampah yang berkumpul di area tanggul raksasa itu bisa dikeruk dan dibersihkan sehingga air laut di sekitar tanggul akan menjadi air tawar.

"Makanya kita butuh tanggul lepas pantai supaya sampah tidak lepas ke laut. Sampah bisa dikeruk, dibersihkan, sekaligus kita punya teluk yang bersih," ujar Emil dalam diskusi panel bertajuk Menjawab Tantangan: Teluk Jakarta Bersih, Siapa Berani? di Jakarta, kemarin.

Emil menargetkan Teluk Jakarta harus sudah bersih pada 2030. Caranya dengan membangun tanggul NCICD, membersihkan 13 sungai, dan mendaur ulang sampah-sampah, terutama sampah plastik.

"Jalan ke Teluk Jakarta bersih itu ada dan bisa. Tanggul laut yang dibangun Bappenas sudah dimulai. Tinggal persetujuan pemerintah," imbuhnya.

Menurut Emil, sudah tersedia langkah untuk membersihkan Laut Jakarta. Tinggal konsistensi menjalankan kebijakannya saja yang perlu dipertahankan.

Kesulitan
Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu Yusen Hardiman mengaku kesulitan mengangkut sampah di wilayahnya, yakni menjaring sampah yang ada di tengah laut. Pasalnya, ukuran kapal yang besar tidak mampu bermanuver ke tengah laut.

"Kalau ada sampah, kapal kita menghisap sampah dengan conveyer. Namun, kalau sampah ada di tengah gitu kan enggak bisa kita manuver karena kapalnya besar," ungkapnya, di Jakarta, kemarin.

Selain itu, terdapat sampah yang berada di dasar laut hingga yang menempel di terumbu karang. Hal itu memberikan tantangan lebih kepada timnya untuk membersihkan laut. Kendati demikian, Yusen mengatakan secanggih-canggihnya teknologi mengangkut sampah akan percuma jika perilaku membuang sampah masyarakat tidak diperbaiki. Karena itu, perlu edukasi dan gerakan masyarakat.

Kepulauan Seribu memiliki kapal sampah 13 unit dengan kapasitas satu unit yang besar puluhan ton. Semua kapal itu ada di Muara Angke. Setiap harinya kapal tersebut angkut sampah untuk diangkut ke Bantar Gebang, Bekasi. "Percuma teknologinya canggih, tetapi perilaku membuang sampah masyarakat tidak berubah," tuturnya.

Sebanyak 8-20 ton sampah memenuhi Kawasan Teluk Jakarta, Jakarta Utara, setiap harinya, 60%-nya ialah sampah kiriman warga Jakarta. Lainnya, berasal dari penduduk pulau dan pariwisata.

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More